x

Hari Kebudayaan 2025: tvOne Hadirkan Dialog Khusus Bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon

waktu baca 2 menit
Sabtu, 18 Okt 2025 14:29 7 redaksi

Rakyat Aceh| Yogyakarta – 16 Oktober 2025,  Peringatan Hari Kebudayaan tahun 2025 menjadi momentum perdana sekaligus bukti komitmen pemerintah menjadikan

kebudayaan sebagai pilar utama pembangunan nasional. Melalui tema “Merayakan Keberagaman”, Kementerian Kebudayaan menggelar perayaan di Museum Benteng

Vredeburg, Yogyakarta. Hadir dalam peringatan ini Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, Asisten Sekretaris Daerah D.I. Yogyakarta bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aria Nugrahadi, tokoh budaya, akademisi, seniman, dan masyarakat umum.

Hadir pula dalam kegiatan ini Sekretaris Jenderal Kebudayaan, Prof. Bambang

Wibawarta, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D.Retnoastuti, Inspektur Jenderal Kebudayaan, Fryda Lucyana K, Staf Ahli Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan, Masyitoh Annisa Ramadhani Alkatiri, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan, Anindita Kusuma Listya, dan Staf

Khusus Menteri Bidang Media dan Komunikasi Publik, Muhammad Asrian Mirza, Staf Khusus Menteri Bidang Sejarah dan Pelindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono, Staf Khusus Menteri Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual, B.R.A. Putri Woelan Sari Dewi, para direktur dan pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Kebudayaan, serta sejumlah kepala Balai Pelestarian Kebudayaan.

 

Dalam orasi kebudayaannya, Menteri Fadli Zon menyampaikan bahwa penetapan Hari Kebudayaan merupakan usulan dari berbagai pelaku budaya untuk merayakan keragaman ekspresi budaya Indonesia. “Penetapan Hari Kebudayaan pada 17 Oktober merupakan hasil diskusi bersama seniman, budayawan, dan para pegiat

budaya, yang intinya adalah merayakan keragaman ekspresi budaya di seluruh

penjuru nusantara,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menteri Fadli juga menekankan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menjadikan kebudayaan sebagai denyut nadi bangsa. Menurutnya, selama

hampir satu tahun Kementerian Kebudayaan berdiri, ekspresi budaya Indonesia semakin bangkit, dan Hari Kebudayaan menjadi penanda kebangkitan tersebut.

 

Sementara itu, perayaan oleh Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi dikemas secara kolaboratif dan partisipatif. Rangkaian acara meliputi Ruwatan Nusantara dan doa lintas masyarakat adat, pementasan teatrikal, orasi kebudayaan, serta karnaval budaya dari Sabang

sampai Merauke.

 

Adapun penetapan tanggal 17 Oktober sebagai Hari Kebudayaan berdasarkan

Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 162/M/2025. Penetapan ini bertepatan

dengan hari lahir semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan penandatanganan Peraturan Pemerintah tentang lambang negara Garuda Pancasila oleh Presiden Soekarno pada tahun 1951.

 

Momentum ini sekaligus menegaskan peran strategis kebudayaan dalam memperkuat jati diri bangsa, menumbuhkan semangat.

 

Bagaimana pemaparan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam menyongsong masa depan saksikan dialog khusus bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon di program One One tvOne, Sabtu 18 Oktober 2025, Pukul 20:00 -21:00 WIB hanya di tvOne .

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x