Pekerja IKM Soy Bean, Desa Tanjung, kabupaten Aceh Besar, menata tempe sudah dibungkus untuk dikeringkan dan selanjutnya dijual, Kamis (5/2). (al amin/rakyat aceh)RAKYAT ACEH | BANDA ACEH – Jelang bulan puasa ramadan yang tinggal menghitung hari, beberapa harga pangan mulai naik termasuk harga tempe dan tahu. Kondisi tidak stabil saat ini, perajin tahu dan tempe memprediksi harga kacang kedelai impor akan bergerak naik karena permintaan pasar meningkat menjelang hingga pertengahan Ramadan.
Naiknya harga makanan tradisional ini dikarenakan bahan utama berupa kacang kedelai impor dari Amerika mengalami kenaikan, dari Rp9.200 per kilogram menjadi Rp10.200 per kilogram.
“Harga kedelai impor asal Amerika Serikat naik sejak dua bulan terakhir dan saat ini sudah berada pada level Rp10.200 per kilogram, “ kata Zikra, pengusaha Industri kecil menengah (IKM), Soy Bean, di Kabupaten Aceh Besar, Kamis (5/2).

Dikatakan, harga tersebut diperkirakan akan terus merangkak naik karena berdasarkan informasi diterimanya, ada kendala distribusi pasokan kacang kedelai.
“Informasinya kapal pengangkut kacang kedelai, seharusnya sampai hari ini, namun hingga hari ini belum juga tiba,” ungkapnya sambal menambahkan keterlambatan pasokan ini jelas akan menganggu pemasaran dan produksi tempe.
Di kesempatan tersebut dia juga mengungkapkan, pascabencana di kawasan timur Aceh juga berdampak pada distribusi masuknya bahan pangan kacang kedelai ke Banda Aceh.
“Seperti kita ketahui, hingga kini beberapa daerah jalan dan jembantannya belum normal. Ada jembatan yang membatasi daya angkut mobil angkutan yang membawa pasokan kacang kedelai kita. Biasanya dalam satu kali angkut, sekarang terpaksa dua kali pengangkutan, ini tentu berdampak dengan kenaikan harga,” terangnya.
Dikatakannya juga, kenaikan harga kedelai impor dipastikan berdampak terhadap produksi dan harga. Karenanya, menghindari kerugian pihaknya terpaksa selain menaikkan harga, juga kemungkinan memperkecil ukuran tempe dan tahu.
Para perajin di daerah itu berharap agar harga kedelai impor kembali turun dan normal, karena selama ini masih bergantung pada kedelai impor dalam pemenuhan bahan baku tempe dan tahu.
Terkait stok kacang kedelai impor, Zikra menyatakan saat ini sudah mulai menipis dan kemungkinan dalam satu atau dua hari ke depan akan masuk sebanyak 15 ton kacang kedelai impor.
Selama ini para pelaku usaha industri tempe dan tahu di Aceh mendatangkan kedelai impor asal Amerika Serikat melalui pedagang besar di Medan, Sumatera Utara, sehingga pasokan kedelai sering terkendala akibat jalan darat yang masih ada gangguan pasca bencana alam banjir. (min)
Tidak ada komentar