x

Jembatan Gantung Garuda Resmi Beroperasi, TNI Pulihkan Akses Vital Warga Sawang Aceh Utara

waktu baca 3 menit
Senin, 19 Jan 2026 19:43 38 redaksi

RAKYAT ACEH | ACEH UTARA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) bergerak cepat untuk melakukan pemulihan infrastruktur pasca bencana Aceh. Salah satunya dengan peresmian Jembatan Gantung Garuda di Gampong Lhok Kuyun, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, pada Ahad, (18/1).

Pengoperasian jembatan itu ditandai dengan prosesi adat Peusijuek sebagai ungkapan rasa syukur dan doa keselamatan. Peresmian berlangsung khidmat dan disambut antusias oleh masyarakat setempat.

Kehadiran jembatan ini menjadi solusi atas keterisolasian warga yang selama ini harus menyeberangi sungai menggunakan rakit dengan risiko keselamatan tinggi, terutama saat musim hujan dan banjir.

Jembatan Gantung Garuda kini berfungsi sebagai akses penghubung strategis antara Desa Lhok Kuyun dengan sejumlah wilayah sekitar, seperti Desa Lhok Gajah, Lhok Bayu, Krueng Baro, hingga Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen. Akses ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga serta mendukung pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Prosesi Peusijuek dipimpin oleh Tgk. M. Diah Banta, Tgk Imum Masjid Gampong Lhok Kuyun, sebagai simbol harapan agar jembatan membawa keberkahan, manfaat, dan keselamatan bagi seluruh pengguna.

Sejumlah pejabat dan unsur terkait turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Dandim 0103/Aceh Utara yang diwakili Pabung Mayor Czi Rusli Usman, Danyon Zipur 5/ABW Letkol Czi Wahyu Wuhono Widi Nugroho beserta jajaran, Danramil 19/Sawang Kapten Inf. Syamsul Hamdani, Camat Sawang yang diwakili oleh Kasi Pemerintahan Mukim dan Gampong Efendi Nur, Mukim Sawang Utara Fuadi, S.Sos, Geuchik Lhok Kuyun Musmulyadi, Pj. Geuchik Lhok Gajah Munizar, serta tokoh agama dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Letkol Czi Wahyu Wuhono Widi Nugroho menyampaikan bahwa Jembatan Gantung Garuda telah rampung dibangun dan siap dimanfaatkan masyarakat. Ia menegaskan bahwa jembatan tersebut bersifat sementara, sehingga dibutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga dan merawatnya hingga pembangunan jembatan permanen oleh pemerintah daerah dapat terealisasi.

“Ini merupakan jembatan gantung pertama yang berhasil kami selesaikan di Kecamatan Sawang. Semoga dapat memberikan manfaat besar dan memperlancar aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Mukim dan Gampong Efendi Nur mewakili masyarakat Kecamatan Sawang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Staf Angkatan Darat selaku Dansatgas Jembatan, Pangdam Iskandar Muda, Danrem 011/Lilawangsa, Dandim 0103/Aceh Utara, serta Danyon Zipur 5/ABW atas kontribusi nyata TNI dalam pembangunan jembatan tersebut.

Ia menuturkan, Kecamatan Sawang merupakan salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat bencana banjir, sehingga banyak infrastruktur jembatan rusak dan terputus. Kehadiran Jembatan Gantung Garuda diharapkan menjadi langkah awal pemulihan konektivitas wilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan uji coba penggunaan jembatan, yang dilalui sepeda motor dan warga secara bergantian. Uji coba berlangsung aman dan lancar, menandai bahwa jembatan telah siap digunakan secara penuh.

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjawab tantangan keterbatasan infrastruktur, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah Aceh Utara.(arm/ra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x