x

Jurus Pertamina Rantau Menjinakkan Pasir

waktu baca 2 menit
Selasa, 24 Feb 2026 13:56 7 redaksi

RAKYAT ACEH | ACEH TAMIANG – Masalah kepasiran di sumur minyak tua kerap menjadi momok bagi produksi migas. Namun, para insinyur di Pertamina EP (PEP) Rantau Field punya cara jitu mengatasinya: inovasi Ultimate Sand Trap (USAT). Aksesori yang dipasang pada rangkaian pipa (tubing) pompa ini terbukti mampu menekan risiko kehilangan produksi sekaligus menghemat biaya hingga miliaran rupiah.

 

Field Manager PEP Rantau, Tomi Wahyu Alimsyah, mengatakan sumur-sumur mature di wilayahnya sering mengalami kendala teknis akibat pasir yang ikut naik bersama aliran fluida. “Pasir itu merusak pompa dan membuat pengangkutan minyak mentah tidak optimal,” ujar Tomi, Selasa, (24/2).

 

USAT merupakan pengembangan dari inovasi sebelumnya, We Are Fines, yang diluncurkan pada 2023. Jika We Are Fines sudah diterapkan di seluruh sumur, teknologi USAT kini mulai menyusul. Hingga September 2025, USAT telah dipasang di tiga sumur kunci: P-420, P-383, dan P-406. Hasilnya signifikan. Risiko gangguan produksi yang semula mencapai 62 persen berhasil ditekan drastis.

 

Secara teknis, USAT berfungsi memperpanjang masa pakai pompa Electric Submersible Pump (ESP). Alat ini dipasang di tengah lapisan tubing untuk menahan pasir yang jatuh kembali (fallback). Alih-alih masuk dan merusak mesin pompa, pasir akan terperangkap di celah antara USAT dan tubing.

 

“Bahkan, pompa kini bisa melakukan sirkulasi balik (reserve circulating) jika terjadi penyumbatan,” kata Tomi.

 

Inovasi Murah Meriah.

 

Andi Surianto Sinurat dari tim Petroleum Engineering PEP Rantau mengungkapkan, dari sisi ekonomi, inovasi ini murah meriah yakni, biaya produksi satu unit USAT tak sampai Rp3 juta. Materialnya sederhana: mata bor, tubing, sambungan pipa, dan kawat, dengan waktu pengerjaan hanya tiga hari.

 

“Meski modalnya cekak, dampaknya raksasa. Sepanjang Januari 2024 hingga September 2025, kami PEP Rantau mencatat penghematan biaya penggunaan rig hingga 50 persen. Kehilangan produksi minyak pun berkurang 4 persen,” ungkapnya.

 

Keberhasilan ini pun membawa tim “PC Prove Alumni Pasir” menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Upstream Improvement & Innovation Award (UIIA) 2025 yang digelar Subholding Upstream Pertamina. Inovasi internal ini dianggap menjadi bukti nyata komitmen perwira Pertamina dalam mengejar target produksi nasional di tengah tantangan sumur yang menua. (ddh)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x