Jusuf Kalla didampingi Bunda Salmawati dan Ketua PMI Aceh, Murdani Yusuf meninjau sekaligus menyerahkan bantuan ke lokasi terdampak bencana di Sawang, Aceh Utara, Senin (12/1). IDRIS BENDUNG-RAKYAT ACEHRakyat Aceh | Aceh Utara– Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Jusuf Kalla (JK), menekankan pentingnya pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh Utara melalui perbaikan lahan pertanian dan perkebunan.

Menurut JK, pemulihan ekonomi tidak cukup hanya dengan bantuan darurat, tetapi harus diarahkan pada langkah jangka panjang agar kehidupan warga kembali normal.
“Bagaimana pemerintah mengembalikan keadaan ekonomi masyarakat dengan memperbaiki sawah-sawah dan kebun-kebun. Itu yang paling penting untuk jangka panjang, supaya ekonomi masyarakat kembali normal,” kata JK saat meninjau lokasi pengungsian sekaligus menyerahkan bantuan kemanusiaan di Gampong Blang Reulueng, Kecamatan Sawang, Senin (12/1).
Kunjungan JK ke Aceh Utara merupakan kunjungan keduanya ke daerah terdampak banjir bandang. Selain Blang Reulueng, rombongan juga meninjau Gampong Lhok Kuyun dan Paya Rabo Lhok. JK didampingi Ketua PMI Aceh Salmawati (Bunda Salmawati) serta Murdani Yusuf.
Rombongan tiba di kawasan Sawang sekitar pukul 10.15 WIB. Meski harus melewati jalan berlubang dan berdebu menuju wilayah pedalaman, JK tetap meninjau langsung kondisi gampong-gampong terdampak. Di sepanjang jalur tersebut, tenda-tenda pengungsian masih terlihat, meski sebagian besar sudah ditinggalkan karena warga mulai kembali ke rumah untuk membersihkan sisa material banjir.
Saat mengunjungi SD Negeri 10 Lhok Kuyun, Kecamatan Sawang, JK menyerahkan bantuan alat tulis dan buku bacaan kepada siswa. Bantuan tersebut merupakan realisasi janji JK saat mengunjungi pengungsi di Bungkaih, Kecamatan Muara Batu, pada 19 Desember 2025 lalu.
“Untuk pendidikan, kami menyalurkan satu juta alat tulis dan 100 ribu buku bacaan. Bantuan ini sudah tiba dua hari lalu dan didistribusikan ke seluruh kabupaten,” ujar JK.
Terkait kondisi pengungsian, JK menyebut sebagian besar lokasi pengungsian sudah hampir kosong. Warga memilih kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan lingkungan dan perabotan yang terdampak banjir.
“Sepanjang jalan di Sawang, masyarakat sudah kembali ke rumah. Tempat pengungsian hampir kosong semua,” katanya.
Menjelang bulan Ramadhan, PMI juga menyalurkan puluhan ribu mukena dan perlengkapan ibadah. Sebelumnya, PMI telah mengirimkan sekitar 2.500 ton bantuan ke wilayah Sumatera yang terdampak bencana, termasuk 500 ton beras untuk Aceh, bantuan pendidikan, serta perlengkapan ibadah. Seluruh bantuan tersebut diangkut menggunakan KM Kalla Lines dan berlabuh di Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, Aceh Utara.
Pantauan Rakyat Aceh, sejumlah rumah warga masih dipenuhi endapan lumpur di halaman. Warga terlihat membersihkan perabot rumah tangga seperti kursi dan kasur, serta menjemur pakaian yang terdampak banjir. (Adi/ung)
Tidak ada komentar