Rakyat Aceh | Meulaboh – Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., mendorong keamanan dan investasi berkelanjutan di wilayah Barat-Selatan Aceh. Hal ini disampaikan saat memberikan kuliah umum di Auditorium Universitas Teuku Umar (UTU), Rabu (5/11/2025).
Materi bertajuk “Aceh Barat-Selatan: Polda Meutuah dan Green Policing.” Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, menekankan pentingnya stabilitas keamanan sebagai prasyarat utama pembangunan dan investasi di wilayah Aceh Barat–Selatan.
Ia menguraikan kekayaan sumber daya alam di kawasan tersebut, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, hingga pertambangan, yang menurutnya harus diimbangi dengan kepastian hukum dan rasa aman.
“Aceh kini menjadi provinsi paling aman di Sumatera, namun tantangan kita adalah mengubah persepsi negatif yang masih melekat agar investor tertarik masuk,” ujar Marzuki.
Kapolda Aceh juga menyoroti paradoks Aceh—yakni kesenjangan antara kekayaan alam yang melimpah dengan angka kemiskinan yang masih tinggi. Ia menilai perlunya sinergi lintas sektor untuk membangun iklim investasi kondusif melalui kebijakan yang sederhana, infrastruktur yang baik, dan promosi potensi daerah.
Selain membahas keamanan, Marzuki memperkenalkan program Green Policing, yaitu pendekatan strategis kepolisian yang menggabungkan penegakan hukum dengan pelestarian lingkungan.
Program ini telah menindaklanjuti 71 kasus tambang ilegal dengan 97 tersangka di Aceh dalam periode 2023–2025.
Rektor UTU Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolda Aceh di kampus kebanggaan masyarakat Barat-Selatan.
“Kehadiran Bapak Kapolda Aceh di Universitas Teuku Umar menjadi momentum penting bagi kami untuk memperkuat pemahaman mahasiswa tentang arti strategis keamanan bagi kemajuan daerah. UTU berkomitmen menjadi mitra kepolisian dalam membangun kesadaran publik dan menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan produktif,” ujar Prof. Ishak.
Rektor UTU menyambut baik kegiatan tersebut sebagai upaya membangun kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya peran keamanan dalam pembangunan daerah.
Kuliah umum ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif antara mahasiswa dan Kapolda Aceh mengenai kontribusi generasi muda dalam menjaga kondusifitas wilayah melalui literasi digital dan media sosial.
Kegiatan ini dihadiri Rektor UTU, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., Kapolres Aceh Barat, Forkopimda Aceh Barat, serta sivitas akademika dari UTU, Universitas Cipta Mandiri, STAIN Teungku Dirundeng, dan Poltekkes Aceh Barat.(den)
Tidak ada komentar