Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat Ali, bersama Ketua Komisi I DPRK Aceh Utara Tajuddin, Panglima Daerah II Ayahmud, serta KPA Sagoe Tgk. Chik di Buloh, didampingi KPA Daerah Sa, usai menyalurkan bantuan sembako kepada korban banjir bandang di Dusun Ujong Pusong, Gampong Lancang Barat, Kecamatan Dewantara, Kamis (18/12) memantau kondisi muara Sungai Krueng Ajo Bungkaih. FOR RAKYAT ACEH.RAKYAT ACEH | ACEH UTARA – Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat Ali, bersama Ketua Komisi I DPRK Aceh Utara Tajuddin, Panglima Daerah II Ayahmud, serta KPA Sagoe Tgk. Chik di Buloh, didampingi KPA Daerah Sa, menyalurkan bantuan sembako kepada korban banjir bandang di Dusun Ujong Pusong, Gampong Lancang Barat, Kecamatan Dewantara, Kamis (18/12).

Penyerahan bantuan dilakukan langsung di lokasi pengungsian warga yang saat ini menetap di meunasah dusun, setelah rumah-rumah mereka hancur diterjang banjir bandang. Dusun Ujong Pusong diketahui berada di wilayah rawan bencana karena berbatasan langsung dengan pesisir pantai serta muara Sungai Krueng Ajo Bungkaih.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan DPRK Aceh Utara meninjau kondisi para pengungsi yang tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga sumber mata pencaharian. Sebagian besar warga terdampak bergantung pada sektor pesisir dan perikanan yang lumpuh akibat bencana.
Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat Ali, menyampaikan bahwa bantuan sembako ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Ia juga menegaskan pentingnya langkah lanjutan berupa penanganan jangka panjang, termasuk rehabilitasi permukiman dan pemulihan ekonomi warga.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat tidak sendirian menghadapi musibah ini. Selain bantuan darurat, diperlukan perhatian serius dari semua pihak agar kehidupan warga dapat segera pulih,”kata Arafat Ali yang juga eks pejuang Aceh Merdeka ini kepada Rakyat Aceh, Kamis (18/12).
Banjir bandang yang melanda kawasan tersebut menjadi pengingat akan kerentanan wilayah pesisir Aceh Utara terhadap bencana alam, sekaligus menegaskan urgensi mitigasi dan penataan lingkungan secara berkelanjutan. (arm/ra)
Tidak ada komentar