
RAKYAT ACEH | ACEH UTARA– Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat Ali, S.E., M.M., mengusulkan agar pemerintah memberikan bantuan atau kompensasi kepada keluarga korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada 26 November 2025.

Menurut Arafat, kompensasi tersebut merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian negara terhadap masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya dalam musibah bencana alam.
“Pemerintah harus memberikan kompensasi kepada keluarga korban yang meninggal dunia sebagai bentuk perhatian. Terkadang yang meninggal itu orang tua, anak, istri, atau suami. Jika bantuan disalurkan melalui Kementerian Sosial, tentu dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan pascabencana,” ujar Arafat.
Pernyataan tersebut disampaikan Arafat dalam Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Utara yang menetapkan status tanggap darurat banjir selama 15 hari, bertempat di Pendopo Bupati Aceh Utara, Jumat (9/1).
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRK Aceh Utara Arafat Ali, didampingi Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi, S.I.Kom., serta Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Utara Jamaluddin. Agenda rapat membahas tindak lanjut dan evaluasi pelaksanaan penanganan bencana banjir yang masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara.
Berdasarkan hasil rapat dan berbagai masukan dari peserta, disepakati penetapan kembali status masa tanggap darurat bencana banjir selama 15 hari, terhitung mulai 10 hingga 24 Januari 2026.
Rapat tersebut turut dihadiri perwakilan BNPB RI, unsur Forkopimda, para asisten, seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para kepala bagian Setdakab, serta para camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.
Pemerintah daerah berharap, dengan perpanjangan status tanggap darurat tersebut, upaya penanganan bencana, pemulihan infrastruktur, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat berjalan lebih optimal.
Untuk diketahui jumlah warga yang meninggal dunia di Aceh Utara mencapai 231 orang dan 6 orang masih dinyatakan hilang. (arm/ra)
Tidak ada komentar