x

Ketua JASA Bireuen : Pemerintah Harus Prioritaskan Kesejahteraan Eks Kombatan GAM

waktu baca 3 menit
Selasa, 30 Sep 2025 15:42 6 redaksi

RAKYATACEH | BIREUEN – Ketua Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Kabupaten Bireuen, Tgk Mauliadi, meminta pemerintah agar memprioritaskan kesejahteraan eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang ada di Provinsi Aceh.

“Pemerintah harus memberikan perhatian khusus kepada para eks kombatan GAM di Aceh, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah daerah di tingkat kabupaten,” ujar Tgk Mauliadi kepada Rakyat Aceh, Selasa (30/9).

Ia juga menyebutkan, jasa para eks kombatan GAM dalam perdamaian di Aceh sungguhlah berharga. Mereka rela mengorbankan nyawanya hingga perjanjian perdamaian yang dikenal dengan sebutan MoU Helsinki.

Sehingga, menurutnya, sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah untuk memprioritaskan kesejahteraan eks kombatan, baik dari segi ekonomi, sosial, dan lingkungan.

“Sesuai dengan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2015, Badan Reintegrasi Aceh (BRA) sudah dibentuk oleh pemerintah sebagai wadah untuk menampung aspirasi eks kombatan GAM. Aturan tersebut, menjadi pedoman bagi pemangku kepentingan, untuk menjaga perdamaian dengan cara menghargai para pejuang Aceh di masa konflik,” tegasnya.

Tgk Mauliadi juga menyebutkan, BRA merupakan lembaga resmi pemerintah yang dibentuk pasca damai untuk mengurus reintegrasi dan peningkatan kesejahteraan mantan kombatan GAM serta korban konflik.

“Eks kombatan harus serius diperhatikan. Mereka perlu diberikan modal usaha untuk memenuhi kehidupannya sehari-hari. Lapangan kerja harus disiapkan, dan pembebasan lahan pertanian yang sudah dijanjikan dalam butir-butir MoU Helsinki, secepatnya direalisasikan,” tegas Ketua JASA Bireuen.

Selain itu, ia juga menyoroti masih banyaknya persoalan sosial yang dihadapi para eks kombatan hingga saat ini. Banyak diantara mereka yang hidup dalam kondisi ekonomi yang memprihatinkan karena tidak memiliki pekerjaan tetap.

Ia berharap, pemerintah dapat membuat program pemberdayaan yang konkret dan berkelanjutan agar kehidupan mereka bisa jauh lebih baik.

“Selama ini banyak eks kombatan yang hanya menerima bantuan sesaat, setelah itu kembali dibiarkan berjuang sendiri. Padahal, jika ada program pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha secara berkesinambungan, mereka bisa mandiri secara ekonomi,” ungkapnya.

Tgk Mauliadi juga meminta agar pemerintah tidak hanya fokus pada pemberian bantuan materi, tetapi juga memfasilitasi akses eks kombatan terhadap pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, anak-anak dari keluarga eks kombatan berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan yang layak.

Ia menambahkan, perhatian terhadap para eks kombatan bukan hanya bentuk tanggung jawab moral, tetapi juga bagian penting dari menjaga stabilitas perdamaian di Aceh. Jika kebutuhan mereka diabaikan, dikhawatirkan akan muncul ketidakpuasan yang bisa berdampak pada keamanan dan ketertiban daerah.

“Perdamaian yang sudah terjalin selama dua dekade ini harus terus dipelihara. Dan cara terbaik untuk menjaga perdamaian adalah memastikan bahwa mereka yang telah berjuang demi terciptanya perdamaian itu tidak dilupakan,” kata pria asal Gandapura itu. (akh)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x