x

Ketua KNPI Aceh Utara: Arogansi TNI Hajar Warga Sipil Harus di Usut Tuntas

waktu baca 2 menit
Sabtu, 27 Des 2025 20:44 22 redaksi

RAKYAT ACEH | ACEH UTARA– Ketegangan terjadi antara aparat TNI dan sejumlah warga Aceh Utara yang tengah mengadakan aksi damai sekaligus mengibarkan bendera Aceh saat mengantar bantuan untuk korban banjir. Insiden ini memicu kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk Ketua KNPI Aceh Utara, Muhammad Rizal, yang menyatakan sangat menyesalkan tindakan aparat yang dianggap tidak manusiawi.

 

“Ini sungguh mencederai rasa kemanusiaan, terutama di saat Aceh sedang dilanda musibah banjir yang mengakibatkan banyak kerusakan,” ujar Rizal dengan nada penuh kekecewaan.

 

Muhammad Rizal, yang juga menjabat sebagai Anggota DPRK Aceh Utara, mengungkapkan bahwa aksi damai yang dilakukan oleh masyarakat tersebut bertujuan untuk membantu korban bencana, bukan untuk memicu kerusuhan.

 

Selain itu, Rizal juga meminta agar Panglima TNI mengevaluasi sikap provokatif yang ditunjukkan oleh Komandan Korem (Danrem) 011 Lilawangsa. Menurutnya, pendekatan keamanan yang terlalu keras di tengah situasi bencana berpotensi memperburuk ketegangan di wilayah yang masih bergolak pasca-konflik.

 

“Pendekatan represif terhadap masyarakat sipil di daerah bekas konflik hanya akan memperburuk keadaan. Saya meminta Panglima TNI untuk segera mengevaluasi tindakan Danrem 011 Lilawangsa yang menunjukkan sikap yang tidak seharusnya dalam menangani situasi seperti ini,” tegas Rizal dalam keterangannya kepada Rakyat Aceh, Sabtu (27/12).

 

Aksi ini menambah daftar panjang ketegangan di Aceh Utara, dan menjadi sorotan di tingkat nasional serta internasional. Seiring dengan berlanjutnya bencana alam di Aceh, masyarakat berharap agar solidaritas kemanusiaan dan penanganan yang lebih bijak dapat diutamakan untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.(arm/ra)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x