x

KGIF Tuntut Transparansi dan Tagih Janji PT PIM Aceh Utara “Polisi Amankan Aksi”

waktu baca 3 menit
Jumat, 3 Okt 2025 19:26 6 redaksi

RAKYAT ACEH | ACEH UTARA – Puluhan warga yang tergabung dalam Komunitas Gusuran Industri Fertilizer (KGIF) menggelar aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang utama PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Kamis kemarin.

Aksi damai ini menjadi bentuk protes terbuka terhadap manajemen PT PIM dan Komisaris Utama, Marzuki Daud, yang dinilai tidak menepati janji untuk memfasilitasi dialog terbuka serta menyelesaikan sejumlah tuntutan warga terdampak pembangunan industri pupuk tersebut.

Ketua KGIF, Murdani LB, dalam orasinya menyampaikan bahwa aksi ini dilatarbelakangi oleh kekecewaan masyarakat gusuran yang merasa janji-janji perusahaan selama ini tidak pernah direalisasikan.

“Kami sudah sering dijanjikan pertemuan resmi oleh PT PIM, nyatanya hingga kini tidak pernah terlaksana. Janji hanya tinggal janji,”terangnya saat berorasi.

Enam Tuntutan Utama KGIF kepada PT PIM

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan saat aksi, KGIF menyampaikan enam tuntutan utama sebagai berikut:

Transparansi Rekrutmen Tenaga Kerja: Menolak segala bentuk kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) dalam proses rekrutmen di PT PIM.

Realisasi Program Pemukiman Cot Mambong: Mendesak implementasi perjanjian program resettlement yang telah ditandatangani sejak November 2022.

Kompensasi Dampak Limbah: Menuntut bantuan keuangan sebagai bentuk kompensasi atas pencemaran limbah yang mengganggu aktivitas ekonomi warga.

Prioritaskan Warga Terdampak untuk Kesempatan Kerja: Sesuai kesepakatan bersama antara Direksi Keuangan PT PIM dan perwakilan warga pada tahun 2022.

Hentikan Sementara Rekrutmen oleh Anak Usaha PI: Mendorong kebijakan perekrutan yang berpihak pada kekhususan daerah sebagaimana diatur dalam UU Otonomi Khusus Aceh.

Transparansi Dana CSR dan Pengaktifan Balai Latihan Kerja (BLK): Mendesak publikasi penggunaan dana CSR dan pengoperasian kembali BLK guna meningkatkan keterampilan warga.

Murdani menegaskan aksi yang digelar ini bukanlah bentuk permusuhan terhadap PT PIM sebagai BUMN strategis, melainkan upaya untuk memperjuangkan hak-hak warga yang selama ini terabaikan.

“Kami tidak menolak keberadaan PT PIM. Sebaliknya, kami mendukung agar perusahaan terus berkembang. Namun, jangan lupakan masyarakat gusuran yang sejak awal turut menanggung beban pembangunan,” tegasnya.

Polres Lhokseumawe Kerahkan Ratusan Personel

Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe menurunkan ratusan personel untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa yang digelar Komunitas Gusuran Industri Fertilizer (KGIF) di depan pintu gerbang PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).

Pengamanan dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Lhokseumawe Kompol M. Abdhi Hendriyatna, S.I.K., M.H bersama Kasat Samapta, sejumlah pejabat utama (PJU), dan didukung oleh jajaran Polsek setempat.

Para personel disiagakan di titik-titik strategis yang dianggap rawan guna memastikan aksi berlangsung tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat maupun operasional perusahaan.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., melalui Kasi Humas Salman Alfarasi, S.H., M.M., menyampaikan bahwa pihaknya menerapkan pola pengamanan secara humanis dan persuasif.

“Kami hadir untuk memastikan unjuk rasa berjalan aman, tertib, dan kondusif. Polri menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat, namun tetap harus sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya. (adi/ra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x