DITEMUKAN: Malik (30), pemuda disabilitas asal Aceh Tamiang yang sempat hilang tiga pekan lalu saat ditemukan di wilayah Kota Medan, Sumut dalam kondisi seperti gelandangan, Rabu (18/2/2026) malam. FOR RAKYAT ACEHRAKYAT ACEH | ACEH TAMIANG – Penantian panjang keluarga Abdul Malik (30) dan Ayu Mustika (18) menemui titik terang, meski belum sepenuhnya lega. Setelah dinyatakan hilang sejak Minggu (25/1), Malik akhirnya ditemukan oleh warga di Medan, Sumatera Utara. Namun, keberadaan sang adik, Ayu, hingga kini masih menjadi misteri.

Kepulangan Malik ke Desa Bukit Panjang I, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang pada jelang malam bulan Ramadhan ini disambut isak tangis haru sang ibunda, Piah. Namun, kondisi Malik cukup memprihatinkan saat pertama kali ditemukan oleh Zulham, seorang warga tetangga kampung asal Seunebok Baru yang bekerja di Medan.
Ditemukan Layaknya Gelandangan
Informasi diperoleh Malik ditemukan pada Rabu (18/2) dini hari pukul 03.00 WIB di depan pusat perbelanjaan (Swalayan) di Medan dalam kondisi tak terawat. Badannya berbau menyengat dan penampilannya sudah menyerupai gelandangan. Zulham yang mengenali wajah Malik dari berita yang viral di media massa, langsung mengamankannya.
”Kondisinya memprihatinkan. Saya suruh mandi dulu di swalayan agar lebih segar,” ujar Nurifani, mantan Datok Penghulu (Kades) Bukit Panjang I saat dihubungi Rakyat Aceh, Minggu (22/2).
Kata Fani, saat diajak berkomunikasi, Malik menceritakan pelariannya yang tragis. Ia mengaku sempat mengamen di sekitar kantor polisi yang terbakar di Medan. Pelarian mereka berakhir pilu saat terjaring razia Satpol PP. Malik berhasil meloloskan diri, namun nahas bagi Ayu, sang adik diduga tertangkap oleh petugas dalam aksi kejar-kejaran tersebut. Sejak saat itu, mereka terpisah.
Penjemputan Tengah Malam
Kabar penemuan Malik langsung sampai ke telinga perangkat desa di Aceh Tamiang. Mengantisipasi Malik kembali menghilang karena kondisi disabilitas intelektual yang diidapnya, tim penjemput langsung bergerak malam itu juga.
Rombongan yang terdiri dari Datok Penghulu terpilih Supriyatno, bersama warga lainnya yakni Ferry, Hendra, dan Yono, berangkat dari Aceh Tamiang pukul 20.00 WIB menggunakan mobil pribadi.
”Rencana awal mau dijemput pagi, tapi karena khawatir Malik pergi lagi, kami putuskan berangkat malam itu juga ke Medan,” ujar Hendra salah satu anggota rombongan.
Kaki Luka dan Harapan Temukan Ayu
Setibanya di rumah, sebut Hendra kondisi fisik Malik langsung diperiksa. Terdapat luka di bagian kakinya yang diduga akibat ditabrak kendaraan atau terjatuh saat pelarian. Kini, fokus keluarga dan warga tertuju pada keberadaan Ayu Mustika. Berdasarkan keterangan Malik bahwa adiknya tertangkap saat razia, warga berharap pihak berwenang atau Dinas Sosial di Medan dapat memberikan informasi jika ada warga dengan ciri-ciri Ayu yang diamankan.
”Kami sangat berharap informasi ini menyebar luas. Semoga dengan kembalinya Malik, Ayu juga bisa segera ditemukan dan berkumpul kembali dengan ibunya di rumah,” harap Hendra alias Kedon, perwakilan warga setempat.
Sebelumnya, pascabanjir kakak beradik ini pamit pergi berobat (kusok) ke Desa Bukit Tempurung, Kota Kuala Simpang menggunakan angkutan umum. Namun, keduanya justru tersesat hingga ke Medan dan terpisah di tengah hiruk pikuk kota. (ddh)
Tidak ada komentar