x

Korban Banjir Terancam Kelaparan, Bantuan Udara Belum Tiba di Gampong Terisolir Aceh Utara

waktu baca 2 menit
Kamis, 4 Des 2025 17:43 7 redaksi

RAKYAT ACEH| ACEH UTARA – Ribuan warga di sejumlah gampong yang masih terisolir akibat banjir di Kabupaten Aceh Utara mulai terancam kelaparan.

 

Pemerintah kabupaten telah meminta dukungan helikopter dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menyalurkan sembako melalui udara, namun hingga tiga hari terakhir bantuan tersebut belum juga terealisasi.

 

Plt Sekretaris Daerah Aceh Utara, Jamaluddin, dikonfirmasi Rakyat Aceh pada Kamis (4/12) sore mengatakan, masih terdapat beberapa gampong di Kecamatan Langkahan, Sawang, dan Baktiya yang belum tersentuh bantuan karena akses darat terputus total.

 

“Kita sudah meminta bantuan helikopter sejak dua hari lalu. BNPB juga sudah memberikan sinyal akan membantu, tetapi sampai sore ini belum ada kepastian. Informasi dari Pak Roby, perwakilan BNPB di Aceh Utara, masih dalam tahap menunggu,” ujar Jamaluddin.

 

Ia menjelaskan bahwa secara umum distribusi bantuan logistik untuk korban banjir sudah dilakukan ke 27 kecamatan. Dari kecamatan, bantuan kemudian diteruskan secara estafet ke titik-titik pengungsian di gampong-gampong. Namun, wilayah yang terisolir sepenuhnya hanya bisa ditembus dengan bantuan udara.

 

Jamaluddin menyebutkan, hingga kini Posko Banjir Aceh Utara belum menerima pasokan sembako dari Pemerintah Pusat. Informasi yang diterima pihaknya, bantuan pusat akan disalurkan melalui Pemerintah Provinsi Aceh melalui jalur bandara dan pelabuhan. “Tapi hingga hari ini kami belum menerima satu pun sembako dari pusat,” katanya.

 

Sementara itu, bantuan yang sudah masuk sebagian besar berasal dari mitra kerja Pemkab Aceh Utara, seperti Bank Aceh, PT Pupuk Iskandar Muda, PGE, Pertamina Peduli, Indomaret, Oppo Peduli, serta sejumlah pihak lainnya. Bantuan dari Basarnas juga diterima, meski jumlahnya sangat terbatas.

 

“Kondisi masyarakat di titik pengungsian sangat memprihatinkan. Banyak yang mulai kelaparan karena stok makanan semakin menipis. Sembako sangat dibutuhkan segera,” tegas Jamaluddin.(arm/ard)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x