
RAKYAT ACEH | JAKARTA – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 26–27 November 2025 menggugah kepedulian berbagai pihak, termasuk Kilang Pertamina Internasional (KPI). Sebagai bentuk solidaritas, KPI menyalurkan bantuan kemanusiaan serta mengerahkan relawan ke sejumlah wilayah terdampak.

Pjs. Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani, mengatakan bahwa penyaluran bantuan dilakukan melalui beberapa tahap bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Tidak ada yang berharap datangnya bencana. KPI menyampaikan duka cita atas musibah yang terjadi di wilayah ujung Pulau Sumatera. Sebagai bentuk solidaritas, kami berupaya meringankan beban para korban dengan mengirimkan bantuan ke lokasi terdampak,” ujar Milla.
Bantuan Tahap Pertama Dikirimkan Melalui Jalur Udara
Bantuan tahap pertama telah diserahkan pada 29 November 2025 kepada Kepala Subdirektorat Kemitraan Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Erry Prawisuda, untuk selanjutnya dikirimkan dari Lanud Halim Perdana Kusuma menuju lokasi bencana.
Bantuan yang diberikan KPI meliputi:
ratusan paket makanan siap konsumsi (mi instan, biskuit, vitamin C, air mineral),
ratusan paket perlengkapan mandi dan sanitasi (sabun, sampo, pasta gigi, karbol),
pakaian layak pakai untuk laki-laki dan perempuan,
pembalut wanita,
popok bayi.
“Bantuan tahap pertama diberangkatkan untuk korban bencana di Kabupaten Sibolga, Sumatera Utara. Bantuan untuk wilayah Aceh dan Sumatera Barat akan segera menyusul,” jelas Milla.
Kilang Dumai Kerahkan 25 Relawan dan Bantuan Logistik
Dukungan juga datang dari unit operasi Kilang Dumai, yang mengirimkan 25 relawan terdiri dari pekerja, anggota komunitas Patra Pala, dan mitra kerja. Mereka diberangkatkan melalui jalur darat menuju Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara—wilayah operasi Kilang Pangkalan Brandan yang kini berada di bawah pengelolaan Kilang Dumai.
Pelepasan relawan dipimpin langsung oleh General Manager Kilang Dumai, Iwan Kurniawan, pada 28 November 2025.
Bersama relawan, Kilang Dumai menyalurkan berbagai bantuan logistik, antara lain: 250 kg beras,
20 kg gula,20 dus mi instan,130 dus air mineral,
perlengkapan kebersihan dan kebutuhan dapur, satu perahu karet,
satu paket pelampung,seperangkat alat komunikasi.
“Solidaritas KPI juga kami wujudkan melalui pengiriman relawan yang akan berkoordinasi dengan posko-posko di lapangan serta membantu penanganan para pengungsi,” tambah Milla.
Harapan untuk Pemulihan Cepat
Milla menyampaikan harapan agar proses pemulihan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak dan mempercepat pemulihan. Kehadiran KPI diharapkan dapat memberikan harapan baru bagi para korban.”
Dampak Bencana
Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi hampir bersamaan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menimbulkan dampak besar. Hingga 29 November 2025, BNPB mencatat:
303 orang meninggal dunia,
279 orang hilang,ribuan warga mengungsi,serta kerusakan infrastruktur vital, termasuk jembatan dan akses jalan menuju lokasi terdampak.
Tentang Kilang Pertamina Internasional (KPI)
KPI adalah anak perusahaan Pertamina yang menjalankan bisnis pengolahan minyak dan petrokimia berlandaskan prinsip ESG (Environment, Social & Governance). KPI terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) dan berkomitmen pada Ten Principles UNGC dalam menjalankan strategi dan operasionalnya. KPI terus berupaya menjadi perusahaan kilang minyak dan petrokimia berkelas dunia yang berwawasan lingkungan, bertanggung jawab sosial, serta memiliki tata kelola perusahaan yang baik. (arm/ra)
Tidak ada komentar