RAKYAT ACEH I MEULABOH – Sosok Syafrizal Kepala Desa Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan, meraih Piagam Penghargaan Anugrah Inovasi Daerah (AID) Kabupaten Aceh Barat Tahun 2025, kategori Inisiator Inovasi terbaik I, Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu dan Agrowisata (KAPETA). Di Meulaboh, aula Bappeda, Senin (1/12/2025).
Piagam Penghargaan Anugrah Inovasi Daerah Kabupaten Aceh Barat Tahun 2025, diberikan langsung oleh Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil SH, usai melalui seleksi penilaian yang panjang dari tim independen.
Said menjelaskan, melalui momentum anugrah inovasi daerah tahun 2025 ini, diharapkan dapat menjadi ruang bagi kita untuk menghadirkan gagasan baru yang inovatif serta solusi kreatif yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat khususnya dalam penanganan dan mitigasi bencana.
Anugrah Inovasi Daerah ini, sambung Said, sebagai bentuk evaluasi sekaligus pemberian penghargaan bagi penyelenggaran dan penanggungjawab inovasi terbaik, sekaligus dalam upaya membina dan meningkatkan kualitas kerja para penyelenggara.
“Kegiatan demikian dinilai penting dan menjadi sarana untuk mendorong lahirnya inovasi yang lebih kreatif, aplikatif dan berdampak nyata bagi masyarakat, pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan di lingkungan Kabupaten Aceh Barat,” kata Said.
Kepala Desa Kuta Padang, Syafrizal yang berhasil meraih piagam penghargaan anugrah inovasi daerah Kabupaten Aceh Barat Tahun 2025, kategori Inisiator Inovasi terbaik I KAPETA, mengaku bahagia, dan bakal lebih semangat untuk terus memacu semaksimal mungkin terlaksananya program kawasan pengembangan ekonomi terpadu dan agrowisata di gampong nya.
“Adanya penilaian dan penghargaan ini, menjadi motivasi bagi saya untuk terus bekerja semaksimal mungkin sebagai kepala desa,” ucap pria yang akrab disapa Ngoh Jal ini.
Ia mengaku program kawasan pengembangan ekonomi terpadu dan agrowisata di gampong nya, masih belum maksimal, lantaran masih terdapat lahan tidur atau rawa mati yang belum dikelola secara optimal.
“Dari keseluruhan luas lahan 17 hektar, baru 6 hektar yang kita buka sebagai kawasan pengembangan ekonomi terpadu dan agrowisata, kedepan secara perlahan akan diperluas,” tegas Ngoh Jal.
Dari luas enam hektar kawasan pengembangan ekonomi terpadu dan agrowisata, Sebanyak 1.200 batang kelapa ditanam berjejer sepanjang kawasan tanggul yang menjadi pematang sawah, sebanyak 68 ekor ternak kambing, budi daya ikan air tawar, tanaman padi seluas 3 hektar, dan lahan sayur-sayuran.(den)
Tidak ada komentar