x

Lewat Menko Polkam, Bupati Ayahwa Minta Presiden Tinjau Langsung Dampak Banjir Aceh Utara

waktu baca 4 menit
Rabu, 7 Jan 2026 17:04 235 redaksi

RAKYAT ACEH | ACEH UTARA – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara secara resmi meminta Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk meninjau langsung kondisi masyarakat pascabencana banjir besar yang melanda wilayah tersebut. Permohonan itu disampaikan Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE., MM akrab disapa Ayahwa melalui Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, saat kunjungan kerja di Kecamatan Lapang, Rabu (7/1).

Kunjungan Menko Polkam dilakukan untuk menandai dimulainya pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi korban banjir, yang berlokasi di Gampong Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang. Proyek ini menjadi pembangunan Huntap pertama oleh pemerintah pusat pascabencana banjir besar yang terjadi pada akhir November 2025.

Menko Polkam Djamari Chaniago didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, SE, Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Alibasyah, MM, Kepala Staf Kodam Iskandar Muda Brigjen TNI Yudha Fitri, pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh.

Rombongan disambut langsung oleh Bupati Aceh Utara bersama Forkopimda Aceh Utara, Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran, serta tokoh ulama setempat Tgk. H. Muzakir Abdullah (Waled Lapang).

Bencana Berskala Besar, Dampak Kemanusiaan Meluas

Dalam paparannya di hadapan Menko Polkam, Bupati Ayahwa mengungkapkan skala dampak bencana banjir yang dinilainya sebagai salah satu yang terparah dalam sejarah Aceh Utara. Berdasarkan data terbaru pemerintah daerah, banjir telah menyebabkan 230 orang meninggal dunia, enam orang dinyatakan hilang, serta 2.127 orang luka-luka.

Kelompok rentan terdampak dalam jumlah besar, di antaranya 1.433 ibu hamil, 9.525 balita, 6.895 lansia, dan 513 penyandang disabilitas. Secara keseluruhan, bencana ini berdampak pada 124.549 keluarga atau 433.064 jiwa, termasuk 74.383 siswa dan 9.071 guru.

Kerusakan fisik juga sangat signifikan. Sebanyak 72.364 rumah terendam, 3.506 rumah hilang, 6.236 rusak berat, 16.325 rusak sedang, dan 20.280 rusak ringan. Selain itu, 14.506 hektare sawah dan 10.674 hektare tambak terdampak, melumpuhkan sumber mata pencaharian masyarakat. Hingga kini, 210 titik pengungsian masih aktif.

Permukiman Terbelah, Muara Baru Bermunculan

Kecamatan Lapang menjadi salah satu wilayah paling parah terdampak. Bupati Ayahwa menjelaskan terbentuknya 20 muara baru akibat banjir bandang, yang memotong kawasan permukiman dan menyebabkan banyak rumah hanyut serta roboh.

“Tiga gampong mengalami kerusakan sangat parah, yakni Kuala Cangkoy, Kuala Keureutoe Timu, dan Matang Baroh. Rumah-rumah warga rusak dibawa arus. Kami mohon pembangunan rumah dipercepat, apalagi kita sudah mendekati bulan suci Ramadhan,” ujar Ayahwa.

Ia juga menekankan kebutuhan mendesak masyarakat menjelang Ramadhan, termasuk perlengkapan ibadah, bantuan logistik, serta dukungan ekonomi, mengingat sebagian besar warga kehilangan mata pencaharian.

Permohonan Khusus kepada Presiden

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ayahwa secara khusus menyampaikan aspirasi masyarakat Aceh Utara agar Presiden Prabowo Subianto dapat berkunjung langsung ke lokasi bencana.

“Melalui Bapak Menko Polkam, kami mohon agar Bapak Presiden berkenan datang ke Aceh Utara. Ini adalah permohonan khusus dari seluruh masyarakat terdampak bencana,” kata Ayahwa.

Menanggapi hal itu, Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan akan menyampaikan langsung permohonan tersebut kepada Presiden.

“Saya akan laporkan kepada Bapak Presiden. Kita mulai pembangunan hunian sementara dan hunian tetap. Mudah-mudahan Bapak Presiden bisa datang langsung ke Aceh Utara,” ujarnya.

104 Unit Huntap Dibangun, Siap Dihuni Sebelum Ramadhan

Di Gampong Kuala Cangkoy, pemerintah akan membangun 104 unit hunian tetap di atas lahan seluas lebih dari 2,2 hektar, yang merupakan tanah bersertifikat milik Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Setiap rumah berdiri di atas lahan 8 x 15 meter, dengan ukuran bangunan 6 x 6 meter, serta dilengkapi perabot dasar seperti tempat tidur, kursi tamu, dan meja makan.

Kompleks Huntap juga akan dilengkapi mushala, balai pertemuan, area parkir, dan ruang aktivitas warga.

“Kami targetkan rumah ini bisa ditempati sebelum Ramadhan, agar warga bisa beribadah dengan tenang dan bermartabat,” ujar Djamari Chaniago.

Pada kesempatan itu, Menko Polkam juga menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban banjir serta paket bantuan rumah yang diterima secara simbolis oleh Panglima Laot setempat, Tgk. Muhammad Hasan.

Aceh Butuh Penanganan Cepat dan Terpadu

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menko Polkam yang kedua kalinya sejak bencana terjadi. Ia menegaskan bahwa kerusakan akibat banjir hampir merata di seluruh kabupaten/kota di Aceh.

“Kerusakan rumah di Aceh mencapai lebih dari 144 ribu unit, termasuk jalan lintas utama dan jembatan. Kami juga meminta perhatian untuk renovasi masjid-masjid yang rusak berat, terutama menjelang Ramadhan,” ujar Fadhlullah. (arm/ra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x