SERAHKAN DAGING- Nota Dinas (ND) Keuchik Lhok Mon Puteh, Tgk. Chairul Rajuli, didampingi Tuha Peut dan aparatur gampong secara simbolis menyerahkan bantuan daging meugang kepada warga setempat, pada Selasa (17/2). ARMIADI/RAKYAT ACEHRAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE – Pemerintah Gampong Lhok Mon Puteh, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, mengambil langkah progresif dengan memastikan distribusi daging meugang gratis menjangkau seluruh kepala keluarga tanpa terkecuali.

Kegiatan yang digelar di meunasah gampong, Selasa (17/2), tidak sekadar agenda seremonial tahunan, namun menjadi tradisi meugang yang menjadi denyut sosial masyarakat Aceh.
Pemerintah gampong menggandeng Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) dalam skema tanggung jawab sosial untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat di tingkat desa.
Tradisi meugang di Aceh sendiri telah mengakar sejak masa Kesultanan Aceh dan menjadi simbol syukur serta solidaritas menjelang hari besar keagamaan, khususnya Ramadhan. Di tengah dinamika ekonomi saat ini, inisiatif ini dinilai sebagai bentuk konkret keberpihakan pemerintah gampong kepada warganya.
Nota Dinas (ND) Keuchik Lhok Mon Puteh, Tgk. Chairul Rajuli, menegaskan bahwa pembagian daging meugang sekaligus beras, sirup, kurma dan kebutuhan pokok lainnya dilakukan berbasis data Kartu Keluarga (KK) guna menjamin akurasi dan pemerataan. Warga diwajibkan membawa fotokopi KK saat pengambilan, dan distribusi tidak dapat diwakilkan di luar anggota yang tercantum dalam dokumen tersebut.
“Program ini bukan hanya tentang daging meugang, tetapi tentang menjaga rasa kebersamaan dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam momentum penting ini serta melanjutkan program keuchik ” ujar Tgk. Chairul Rajuli, kepada Rakyat Aceh, Rabu (18/2).
Ia menambahkan, program tersebut merupakan kelanjutan dari fondasi kebijakan sosial yang telah dirintis pada masa kepemimpinan keuchik sebelumnya, Muhammad Syafari dengan fokus pada kesejahteraan kolektif masyarakat gampong.
Sejumlah warga menyampaikan apresiasi atas konsistensi pemerintah gampong dalam menjaga tradisi sekaligus memperkuat nilai kebersamaan.
Mereka menilai pembagian yang tertib dan berbasis data membuat proses lebih transparan dan adil.
Pemerintah gampong berharap inisiatif ini menjadi model pengelolaan tradisi berbasis tata kelola yang akuntabel, sekaligus memperkokoh ukhuwah islamiyah menjelang Ramadan. Lebih dari sekadar rutinitas tahunan, meugang diharapkan terus menjadi fondasi solidaritas sosial yang hidup dan berkelanjutan di tengah masyarakat.
Hadir dalam pembagian daging meugang itu, anggota Babinsa, para aparatur gampong, Tuha Peut dan tokoh masyarakat setempat.(arm/ra)
Tidak ada komentar