x

Masyarakat Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem

waktu baca 3 menit
Jumat, 9 Jan 2026 08:44 15 redaksi

Jubir Posko Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin,
“Kami mengimbau warga segera menjauh dari lereng perbukitan dan bantaran sungai jika hujan lebat turun dan terlihat awan hitam tebal. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,”

RAKYAT ACEH | BANDA ACEH – Masyarakat Aceh diminta meningkatkan kewaspadaan, menyusul potensi cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai Kamis hingga Sabtu, 8–10 Januari 2026.

Juru Bicara Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, mengatakan potensi cuaca ekstrem tersebut merujuk pada data prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh yang dikeluarkan hari ini, Kamis (8/1).
“BMKG memantau adanya sirkulasi siklonik di Perairan Barat Aceh yang memicu konvergensi dan belokan angin. Kondisi ini bisa menimbulkan pembentukan awan hujan di wilayah Aceh,” kata Murthalamuddin.

Merujuk data prakiraan BMKG, tutur Murthalamuddi, pada Kamis (8/1), hujan lebat diperkirakan melanda hampir seluruh kabupaten/kota di Aceh, termasuk wilayah pesisir, dataran rendah, hingga daerah pegunungan seperti Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara.
Memasuki Jumat (9/1), potensi hujan lebat masih terjadi, terutama di Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Simeulue, Nagan Raya, serta wilayah tengah dan tenggara Aceh.
Sementara pada Sabtu (10/1), hujan lebat diperkirakan masih melanda wilayah di Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, dan Aceh Tenggara.
“Kami mengimbau warga segera menjauh dari lereng perbukitan dan bantaran sungai jika hujan lebat turun dan terlihat awan hitam tebal. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Tiga Trip Kapal ke Sabang Ditunda
Cuaca ektrem juga menyebabkan pergelokan di perairan Aceh akibatnya tiga trip kapal cepat Express Bahari batal berangkat, Kamis (8/1). Penundaan dilakukan untuk menghindari risiko kecelakaan laut akibat gelombang tinggi dan angin kencang.
Kepala UPTD Wilayah I Pelabuhan Penyeberangan Aceh, Husaini Jamil, mengatakan pembatalan pelayaran terjadi pada kapal cepat Express Bahari 2C rute Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh–Sabang yang dijadwalkan berangkat pukul 16.30 WIB. Selain itu, kapal Express Bahari 2C rute Sabang–Banda Aceh pukul 14.30 WIB serta Express Bahari 2F rute Banda Aceh–Sabang pukul 16.30 WIB juga tidak diberangkatkan.
Kapal ini terjadwal memiliki tiga trip dari Banda Aceh-Sabang begitupun sebaliknya. Namun dua trip awal dari Banda Aceh pukul 08.00 dan 10.00 berhasil tiba pelabuhan Balohan.
Menurut Husaini, kondisi cuaca di perairan hari ini tidak mendukung operasional kapal cepat. Kondisi arah angin bertiup dari Timur Laut hingga Timur dengan kecepatan 10–20 knot, sementara tinggi gelombang mencapai 1,25–2,5 meter.
“Dengan kondisi tersebut, kapal berkecepatan tinggi harus menunda atau menghentikan pelayaran demi keselamatan penumpang dan awak kapal,” kata Husaini.

Pengiriman Ratusan LPG Tertunda
Sementara pengiriman gas ke Sabang dari Pelabuhan Lampulo Banda Aceh juga terkendala akibat cuaca buruk melanda perairan Sabang
Agen LPG Pertamina wilayah Sabang, Munazar Ismail atau akrab disapa Cicik, menyebut pihaknya telah melakukan uji berlayar sebanyak dua kali, namun gagal karena gelombang laut tinggi.
“Kami dari pihak agen wilayah Sabang, sudah mencoba sebanyak dua kali menerobos lautan menuju Sabang, tapi gagal, sangat beresiko berlayar dengan keadaan gelombang tinggi demikian, akibatnya kapal terpaksa harus kembali ke Pelabuhan Lampulo, kami mohon maaf keadaan ini menyebabkan distribusi LPG ke Sabang terhambat,” ujar Munazar meminta maaf.
Cicik menyadari, akibat kapal pengangkut LPG tidak berlayar, akan menyebabkan terhambatnya distribusi LPG ke warga, namun ia tidak bisa menafikan keselamatan awak kapak juga patut dipertimbangkan. (ril/min)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x