x

Memprihatinkan dan Membahayakan, Jalan di Simpang Mamplam Rusak Parah Puluhan Tahun

waktu baca 3 menit
Minggu, 2 Nov 2025 15:30 48 redaksi

RAKYATACEH | BIREUEN – Ruas jalan yang menghubungkan lima desa di Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, hingga kini masih dalam kondisi rusak parah dan berlubang.

Kerusakan jalan tersebut, sudah berlangsung puluhan tahun lamanya, tanpa perbaikan berarti dari pemerintah daerah, sehingga sangat memprihatinkan dan membahayakan pengendara.

Jalan yang menjadi akses utama perekonomian dan pendidikan anak sekolah itu, membentang panjang, menghubungkan Desa Ie Rhob Barat, Ie Rhob Timur, Ie Rhob Babah Lueng, Gle Meundong, dan Buket Cerana.

Salah seorang warga setempat, Mukhlis, kepada awak media saat dijumpai di lokasi, Minggu (2/11) mengungkapkan bahwa kekecewaan mendalam atas lambannya respons pemerintah dalam penanganan jalan tersebut.

“Jalan yang rusak ini telah lama dibiarkan tanpa perbaikan. Seharusnya, pemerintah daerah lebih peka terhadap kondisi jalan yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat,” ujar Mukhlis.

Menurutnya, jalan yang rusak dan berlubang sepanjang lebih dari 300 meter ini merupakan jalur utama bagi petani dan warga lainnya untuk mengangkut hasil panen, seperti padi dan hasil kebun, menuju ke pusat perkotaan.

Disebutkan, kondisi jalan yang dipenuhi lubang besar tak hanya menghambat pergerakan kendaraan pengangkut hasil bumi, tetapi juga dikeluhkan oleh pedagang keliling hingga anak-anak sekolah yang setiap hari melintasinya.

“Jalan ini juga akses utama warga melintas untuk mengangkut hasil panen menuju ke perkotaan. Para pedagang keliling air minum dan anak sekolah banyak mengeluhkan jalan rusak dan berlubang tersebut,” tegas Mukhlis.

Selain menghambat mobilitas, kondisi jalan di Ie Rhob Simpang Mamplam ini juga telah berubah menjadi “jebakan” yang mengancam keselamatan pengendara, terutama pada malam hari.

Pasalnya, tidak adanya penerangan jalan (lampu jalan) di sepanjang titik kerusakan menambah tingkat kerawanan kecelakaan.

Ditambah lagi, katanya, saat musim hujan tiba, badan jalan yang berlubang berubah fungsi menjadi kubangan air yang sangat dalam, semakin memperburuk keadaan dan menyulitkan pengguna jalan membedakan antara lubang dan genangan biasa.

“Selain berlubang, jalan ini juga rawan menimbulkan kecelakaan, terutama pada malam hari karena tidak ada penerangan jalan. Ditambah lagi, ketika hujan turun, badan jalan dipenuhi kubangan air yang semakin memperburuk keadaan,” jelas Mukhlis.

Mewakili suara warga lima desa, ia mendesak Bupati Bireuen untuk segera mengambil tindakan nyata. Warga berharap, Bupati dapat meninjau langsung ke lokasi untuk melihat betapa parahnya kerusakan jalan tersebut.

“Kami minta Bupati Bireuen untuk meninjau langsung jalan ke lokasi, supaya dapat melihat langsung kerusakan jalan yang selama ini dikeluhkan warga,” pinta Mukhlis.

Ia menegaskan, sudah saatnya pemerintah daerah, melalui dinas terkait, memberikan perhatian serius dan segera memperbaiki jalan yang sudah puluhan tahun dibiarkan dalam kondisi rusak.

“Jangan sampai ketika terjadi hal-hal tidak diinginkan, pemerintah baru tergetuk hatinya untuk memperbaiki jalan tersebut,” pungkas Mukhlis seraya berharap perbaikan jalan itu dapat segera terealisasi, sehingga aktivitas perekonomian dan pendidikan masyarakat kembali lancar dan aman. (akh)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x