RAKYAT ACEH | SIMEULUE – Kunjungan Warga Negara Asing (WNA) dari berbagai negara, yang melancong maupun liburan untuk menikmati alam pulau Simeulue, setiap tahunnya dinyatakan meningkat.
Setiap tahunnya ada peningkatan kunjungan turis asing ke pulau Simeulue, berdasarkan update data yang diterima Harian Rakyat Aceh, dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simeulue.
Dalam update data resmi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat itu, pada tahun 2024 sebanyak 1.055 orang WNA dan pada tahun 2025 sebanyak 1.289 orang WNA yang melancong ke pulau Simeulue.
WNA dari berbagai negara yang melancong ke pulau Simeulue itu, diketahui kunjungan terbanyak turis asing yang berasal dari Benua Australia, hal itu disampaikan Plt Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simeulue, Agus Rizal, S. Hut,. MP.
“Ada peningkatan kunjungan turis mancanegara ke pulau Simeulue, pada tahun 2024 sebanyak 1.055 orang dan pada tahun 2025 sebanyak 1.289 orang. Terbanyak turis asing dari Benua Australia,” kata Agus Rizal, Selasa, 3 Januari 2026.
Agus Rizal, menambahkan dengan adanya peningkatan kunjungan turis asing yang melancong ke pulau Simeulue untuk menikmati panorama alam bahari, panorama lingkungan alam di darat serta budaya.
Namun juga meminta kepada turis asing itu, selama berada di pulau Simeulue, supaya tidak melakukan kegiatan dan perbuatan yang bertentangan dengan kultur dan budaya masyarakat.
“Selama para pelancong berada di pulau Simeulue, supaya patuhi aturan yang berlaku dan melekat. Jangan melakukan perbuatan yang bertentangan dengan kultur budaya, adat istiadat dan syariat islam,” imbuhnya.
Agus Rizal kembali menambahkan, untuk para turis asing, dilarang berpakaian bikini ditempat umum, dilarang memakai pakaian tanktop di tempat umum, dilarang mengkonsumsi miras ditempat umum, dilarang memakai Narkoba atau sejenisnya.
“Perlu diketahui, hanya hitungan hari lagi masyarakat Simulue akan melaksanakan ibadah puasa ramadhan, maka kalau bisa patuhi larangan yang barusan saya sebutkan tadi, termasuk jangan main petasan selama bulan ramadhan itu,” sebut Agus Rizal.
Plt Kadisparbud Kabuoaten Simeulue juga meminta kepada pelaku pengelola usaha resort, untuk tidak henti-hemtinya memberikan informasi kepada pelancong, terkait aturan, kultur budaya dan adat istiadat dalam Kabupaten Simeulue.
“peran serta satpol PP dan WH, Kesbangpol sangat diharapkan untuk mencegah hal-hal yang bertentangan dengan aturan, yang berlaku dalam wilayah Kabuoaten Simeulue,” tutupnya. (Ahi).
Tidak ada komentar