
RAKYAT ACEH | ACEH UTARA – Pemerintah pusat kembali menunjukkan komitmennya dalam pemulihan pascabencana dengan meresmikan 104 unit hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Utara.

Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, di kawasan hunian Gampong Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang, Sabtu (14/3).
Program pembangunan hunian tersebut merupakan inisiatif Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan bersama pemerintah daerah, dengan dukungan unsur TNI, Polri, serta berbagai pihak terkait. Kawasan hunian berdiri di atas lahan seluas sekitar 22.400 meter persegi dengan total 106 bangunan, yang terdiri dari 104 unit rumah, satu masjid, dan satu balai pertemuan sebagai fasilitas sosial bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Menko Polkam menegaskan bahwa pembangunan hunian tetap ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana. Ia menyebutkan, proyek tersebut dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar 35 hari sejak material konstruksi diberangkatkan dari Pelabuhan Belawan.
“Pembangunan ini menjadi bukti bahwa negara hadir untuk memastikan masyarakat yang terdampak bencana dapat kembali hidup layak dan menata kehidupan mereka dengan lebih baik,” ujar Djamari di hadapan warga penerima bantuan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga hunian dan fasilitas yang telah dibangun agar tetap bersih, nyaman, dan terawat. Rumah- rumah yang dibangun menggunakan sistem konstruksi bongkar pasang dinilai memudahkan proses perawatan oleh warga.
Selain menjaga kondisi fisik hunian, Menko Polkam juga mengingatkan pentingnya merawat kerukunan sosial di lingkungan baru tersebut. Menurutnya, semangat kebersamaan dan saling membantu antar warga menjadi fondasi utama terciptanya lingkungan yang harmonis.
Hunian yang diserahkan kepada masyarakat merupakan rumah tipe 36 berukuran 6 x 6 meter. Setiap unit dilengkapi ruang keluarga, dua kamar tidur, serta kamar mandi.
Rumah juga diserahkan dalam kondisi siap huni dengan berbagai perlengkapan rumah tangga, mulai dari sofa, meja tamu, televisi, rak TV, meja dan kursi makan, lemari dapur, kompor dan tabung gas, dua tempat tidur, hingga lemari pakaian.
Selain itu, setiap rumah dilengkapi sumur, pompa air, dan jaringan listrik berkapasitas 900 VA. Fasilitas umum berupa masjid dan balai pertemuan juga dilengkapi berbagai sarana penunjang seperti karpet, sound system, serta inventaris Al-Qur’an untuk kegiatan ibadah masyarakat.
Untuk mendukung kebutuhan air bersih warga, pemerintah juga menyiagakan satu unit mobil penjernih air yang mampu mengolah air yang sebelumnya tidak higienis menjadi air layak pakai bahkan layak konsumsi.
Sebagai bagian dari tradisi masyarakat Aceh menjelang hari besar keagamaan, Menko Polkam juga menyerahkan lima ekor sapi kepada warga untuk perayaan Meugang.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa pembangunan hunian tetap ini merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga yang dimotori oleh Kemenko Polkam. Menurutnya, dukungan tersebut telah diberikan sejak fase tanggap darurat bencana di wilayah Sumatra.
“Huntap yang dibangun ini sangat membantu masyarakat. Selain kualitas bangunannya baik, fasilitas di dalamnya juga lengkap, termasuk fasilitas umum dan sosialnya,” kata Suharyanto.
Warga penerima bantuan pun menyambut pembangunan hunian tersebut dengan penuh syukur. Afreza, salah satu penerima manfaat, mengaku bahagia karena dapat kembali merayakan Idulfitri di rumah sendiri setelah sebelumnya tinggal di pengungsian.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada pemerintah. Sekarang kami bisa kembali merayakan Idulfitri di rumah sendiri,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Ratna Idris, penerima bantuan lainnya yang juga mendapatkan mesin jahit untuk melanjutkan usahanya yang sempat terhenti akibat banjir.
Dalam kegiatan peresmian ini, Menko Polkam Djamari Chaniago didampingi sejumlah pejabat. Antara lain Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, Danrem 011/Lilawangsa, Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, Dandim 0103/Aceh Utara, beserta Forkopimda Aceh Utara.
Sementara dari Kemenko Polkam, turut mendampingi Sekretaris Kemenko Polkam, Letjen TNI Mochammad Hasan, sejumlah deputi, dan staf ahli Menko Polkam.(arm/ra)
Tidak ada komentar