Menteri PUPR, Ir.Dody Hanggodo mendengarkan paparan dari Dirjen terkait fenomena alam di Desa Pondok Balek, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah yang terus meluas, Jumat (6/2). Jurnalisa/rakyat acehRAKYAT ACEH | TAKENGON – Menteri Pekerjaan Umum, Ir. Dody Hanggodo. M.PE meninjau langsung fenomena alam tanah tergerus di Desa Pondok Balek, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Jumat (6/2).

Tanah tergerus yang terjadi sejak tahun 2006 lalu ini berbentuk lubang besar dengan kedalaman 100 meter lebih dengan luasan tanah longsor sekitar 30 hektar lebih.
Fenomena ini saat ini menurut pihak Pekerjaan Umum setelah diteliti disebut Runtuhan Tebing atau Runtuhan Palung Sungai. Kejadian tanah runtuh ini terus terjadi dan viral setelah bencana menghantam wilayah Aceh Tengah, akhir November 2025 lalu.
Saat kunjungan ke lokasi, sempat terdengar tiga kali suara runtuhan tanah di longsoran tersebut, bahkan terasa gempa pada posisi Menteri Dody berdiri sekitar 20 meter dari titik lubang raksasa tersebut.
Runtuhan ini membuat rombongan menteri yang tengah mendengarkan paparan dari beberapa dirjen Kementerian PUPR sempat bubar teratur dan menjauh dari bibir lubang raksasa tersebut.
“Tadi pas kita ke sana kan ada terasa gempa, ya berarti area disitu tidak 100 persen secure (aman) gitu, jadi di bawah ini masih ada pergerakan air,” ujarnya.
Menteri Dody Hanggodo, menjawab pertanyaan Wartawan Harian Rakyat Aceh terkait apa yang akan dilakukan secara terkhnis untuk memastikan tanah longsor tidak melebar.
“Saya datang atas arahan Presiden melalui Seskab Tedy untuk menangani hal ini secara spesifik dan hati-hati,” ungkap Dody Hanggodo didampinggi Bupati Haili Yoga.
Secara teknis nanti akan ditangani dengan beberapa cara oleh anggota saya. Karena ada aliran sungai. Dan akan dilakukan dengan para akademis dari fua universitas.
“Beberapa item yang nanti dikerjakan agar air dan tanah tidak lagi jatuh dan akan merugikan masyarakat,” ujar Dody Hanggodo.
Disampaikan Dody Hanggodo, negara tidak akan membiarkan ini. Karena ada masyarakat yang tengah berusaha mengarap tanah dengan menanam cabai. “Daerah ini wilayah yang ditanami cabaikan, nah ekonomi harus tetap berjalan untuk daerah ini,” ungkap Dody Hanggodo lagi.
Dody Hanggodo juga menegaskan jembatan dan jalan yang rusak pascabencana banjir bandang serta longsor di wilayah tengah Aceh segera dibangun permanen mengingat lalu lintas di sana mulai padat kembali.
“Mungkin harus segera saya lakukan penanganan untuk menjadi jembatan permanen, karena saya lihat tadi traffic sudah tinggi,” kata Menteri Dody.
Dirinya menuturkan, penanganan sementara ini khususnya untuk jembatan baru terpasang jembatan darurat atau bailey. Tetapi, karena traffic sudah padat, dikhawatirkan struktur jembatannya bisa bermasalah.
“Saya khawatir kalau traffic tinggi, tidak lama kemudian jembatan itu, apa strukturnya akan menjadi masalah,” ujarnya.
Sejauh ini, lanjut dia, terhadap rencana pembangunan permanen jembatan dan jalan di sana, tim kementerian sedang menyiapkan desainnya, termasuk jalan lintas nasional yang rusak dihantam banjir dan longsor. (jur/min)
Tidak ada komentar