Bupati Bireuen, H Mukhlis ST, meresmikan Museum Perjuangan Bireuen di Pendopo bupati setempat, Selasa (7/10).
AKHYAR RIZKI RAKYAT ACEHRAKYATACEH | BIREUEN – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26, Bupati Kabupaten Bireuen, H Mukhlis ST, meresmikan Museum Perjuangan Bireuen yang berlokasi di Pendopo bupati setempat, Selasa (7/10).

Peresmian museum bersejarah tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirine, penandatanganan prasasti, dan pengguntingan pita oleh Bupati Mukhlis bersama Direktur Bina Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Irini Dewi Wanti SS MSP.
Usai ceremonial peresmian, di momen yang sama, juga diadakannya kegiatan talk show pemajuan kebudayaan dan diskusi publik yang fokus membahas pelestarian sejarah perjuangan bangsa melalui pendekatan edukatif dan budaya.
Dalam kesempatan tersebut, Mukhlis mengaku, pendirian Museum Perjuangan Bireuen bukan sekadar meresmikan sebuah bangunan, melainkan upaya untuk menghidupkan kembali jejak sejarah perjuangan bangsa yang berdenyut di tanah Bireuen.
Ia menjelaskan, bangunan museum ini memiliki nilai historis yang sangat tinggi. Pernah menjadi markas Kolonel Husein Yusuf saat memimpin Divisi X Komandemen Sumatera dalam mempertahankan kemerdekaan, dan juga pernah menjadi tempat menginap Presiden Soekarno saat melakukan konsolidasi perjuangan bangsa.
“Setelah melalui proses revitalisasi Kementerian Kebudayaan pada tahun 2023 dan 2024, bangunan ini tampil lebih layak. Kita juga sudah menetapkan Pendopo Bireuen sebagai Bangunan Cagar Budaya melalui Keputusan Bupati Nomor 400.6.2.2/304 Tahun 2025,” sebut Mukhlis.
Bupati berharap, Museum Perjuangan Bireuen akan menjadi ruang pengetahuan, ruang ingatan, dan ruang kebanggaan, tempat generasi muda belajar, dan memahami semangat juang para pendahulu.
“Kita berkomitmen menjadikan museum ini sebagai pusat pelestarian budaya berbasis sejarah sekaligus sumber inspirasi bagi generasi muda,” kata Mukhlis.
Sementara itu, Direktur Bina SDM, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan, Irini Dewi Wanti, menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen Pemkab Bireuen dalam melestarikan sejarah perjuangan bangsa.
“Bireuen sangat layak memiliki museum ini. Revitalisasi dan pengembangannya menjadi cara untuk melestarikan sejarah sekaligus mengedukasi masyarakat,” kata Irini, seraya berharap museum ini menjadi sarana edukasi sejarah dan budaya yang aktif dengan berbagai kegiatan seperti pameran, seminar, dan workshop. (akh)
Tidak ada komentar