Foto : Penyerahan bantuan kemanusiaan MyFundAction untuk korban banjir dan longsor di Aceh dilakukan secara simbolis di Sekretariat RAPI Aceh, Kamis (29/1/2026). (Septi Iklima Fadila Santi)RAKYAT ACEH | BANDA ACEH – MyFundAction, sebuah NGO internasional asal Malaysia, menyalurkan bantuan kemanusiaan hingga 20 ton bagi korban banjir dan longsor di Aceh. Bantuan ini merupakan bantuan lanjutan dari rangkaian penanganan bencana yang telah dilakukan sejak awal musibah melanda sejumlah wilayah di Aceh.

Global CEO MyFundAction, Dr Ghafur Rahim, mengatakan penyaluran kali ini merupakan bantuan tahap ketiga, yang difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan pangan, guna membantu masyarakat terdampak kembali bangkit pascabencana.
“Alhamdulillah, pada sesi penyerahan bantuan kali ini kami menyasar tiga sektor utama. Pertama sektor pendidikan, dengan menyalurkan perlengkapan sekolah seperti tas, alat tulis, buku, Al-Qur’an, dan bahan bacaan lainnya,” ujar Ghafur, Kamis (29/1/2026).
Di sektor kesehatan, MyFundAction menyalurkan bantuan berupa obat-obatan, dukungan tenaga medis, serta perlengkapan kebutuhan bayi seperti susu dan popok. Sementara di sektor pangan, bantuan diberikan dalam bentuk bahan kebutuhan pokok, pembukaan dapur umum, serta penyediaan sembako bagi para korban bencana.
Ia menjelaskan, bantuan yang telah disiapkan tersebut akan disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, dimulai dari Pidie Jaya, kemudian dilanjutkan ke Bireuen, Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Timur, hingga Aceh Tamiang.
“Untuk jumlah bantuan yang disalurkan hari ini, kurang lebih terdapat empat truk dengan kapasitas sekitar lima ton per truk. Artinya, sekitar 16 hingga 20 ton barang kebutuhan kami salurkan untuk para korban banjir dan longsor,” jelasnya.
Ghafur menambahkan, bantuan tersebut dihimpun melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk pihak korporasi dan para kolaborator. Selain itu, sebagian bantuan juga berasal dari hasil usaha anak-anak muda di bawah naungan MyFundAction, yang keuntungannya dialokasikan untuk mendukung program-program kemanusiaan.
Sebelumnya, Ghafur menyebut bahwa MyFundAction juga telah mengoperasikan dapur umum selama kurang lebih 30 hari sejak awal bencana terjadi. Saat ini, penyaluran bantuan di Aceh telah memasuki fase pembangunan, setelah sebelumnya dilakukan penanganan pada masa awal bencana dan pascabencana.
Ke depan, MyFundAction merencanakan program bantuan berkelanjutan dengan fokus pada sektor pendidikan melalui pembangunan madrasah, masjid, dan fasilitas sejenis, serta pengembangan ekonomi dengan mendukung pelaku usaha kecil, khususnya menjelang bulan Ramadan.
“Kami akan berdiskusi dengan Gubernur, jajaran Pemerintah Aceh, dan pihak terkait agar program ke depan bisa berjalan secara berkelanjutan. Secara umum, telah disepakati akan ada bantuan untuk bulan Ramadan, Hari Raya Idulfitri, Iduladha, serta bantuan pendidikan seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya, insya Allah,” tambah Ghafur.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Aceh, Almuniza Kamal, S.STP., M.Si, menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin membantu korban bencana, termasuk bantuan dari luar negeri.
“Pemerintah Aceh, sesuai arahan Bapak Presiden dan Bapak Gubernur, sangat terbuka terhadap bantuan, tentu dengan skema yang saling menghormati antarnegara,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara NGO internasional dengan NGO dan lembaga lokal di Aceh, termasuk Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), yang turut berperan dalam mendukung kelancaran penyaluran bantuan.
Menurut Almuniza, skema kerja sama tersebut mencerminkan solidaritas dan kepedulian lintas negara yang sejalan dengan kebijakan dan semangat kemanusiaan Pemerintah Aceh.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh sahabat dan saudara yang terus membantu Aceh. Yang dibutuhkan Aceh saat ini adalah uluran tangan dari semua pihak yang memiliki kepedulian,” demikian Almuniza. (Sep)
Tidak ada komentar