x

Paket Bantuan Wapres RI Menumpuk di Kantor Walikota Lhokseumawe

waktu baca 2 menit
Sabtu, 10 Jan 2026 13:59 5 redaksi

RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE : Puluhan paket bantuan dari Wakil Presiden RI untuk korban bencana Hidrometeorologi masih menumpuk di ruang loby Kantor Walikota Lhokseumawe, Jum’at (9/1).

Menumpuknya paket bantuan tersebut, menjadi perhatian sejumlah wartawan pasca 44 hari bencana melanda 18 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. “ Ini bantuan tertulis paket dari Wapres RI, kok masih menumpuk disini. Kan, sayang tidak segera disalurkan “ kata seorang wartawan yang baru saja menghadiri pertemuan dengan Wali Kota Lhokseumawe, Dr Sayuti Abubakar.

“ Bantuan buat korban banjir, jangan ditahan-tahan. Salurkan aja terus. Kalau memang ngak ada yang antar, kami sanggup antar langsung ke korban-korban banjir,” tambah wartawan lainnya dari media online.

Pantauan Rakyat Aceh, paket bantuan dari Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, terbungkus rapi dalam tas warna kebiruan. Tidak tahu apa isinya dan tergeletak begitu saja diatas lantai keramik kantor.

Sementara itu, Wali Kota Lhokseumawe, Dr Sayuti Abubakar yang dikonfirmasi ulang Rakyat Aceh, menyebutkan bantuan Wapres RI ada 1.000 paket. “ Sudah disalurkan sebagian. Senin baru disalurkan semua. Lagi mendata pihak yang membutihkan,” katanya.

Sebelumnya, Kabag Protokol dan Komunikasi Lhokseumawe, Hermawan, ST, M.A.P secara terpisah mengatakan bukan ranahnya untuk memberikan keterangan. “ Terkait penyaluran bantuan tersebut, bisa langsung ke Ketua Informasi Posko. Bagian Kesra,” tulisnya via pesan singkat.

Tak Mampu Kerja Diganti Jabatan adalah amanah. Bukan untuk disanjung. Bila tak bisa kerja, segera diganti. Itulah salah satu pesan Wali Kota Lhokseumawe, Dr Sayuti Abubakar saat menjamu puluhan wartawan media cetak, online dan elektronik di aula setdakab Lhokseumawe.

Pergantian pejabat di lingkungan Pemko Lhokseumawe, sudah dibenarkan BAKN. Karena sebelummya sudah ada pakta integritas atau dokumen pernyataan komitmen tertulis.

“Senin ini, ada beberapa pejabat kita ganti. Tidak ada tebang pilih. Bila perlu kalau sekda juga tidak bisa bekerja dengan baik, kita ganti. Karena jabatan tidak dibeli. Semua jabatan gratis,” papar Sayuti Abubakar dengan nada tegas. (ung)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x