x

Pegadaian Gelontorkan Program Sosial Terpadu di Aceh Utara, Perkuat Pemulihan Pasca Bencana dan Akses Pendidikan

waktu baca 2 menit
Selasa, 7 Apr 2026 16:42 9 redaksi

ACEH UTARA | RAKYAT ACEH – Upaya pemulihan pasca bencana di Aceh Utara mendapat dorongan signifikan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dijalankan oleh PT Pegadaian (BUMN).

Program bertajuk Pegadaian Peduli ini menghadirkan intervensi lintas sektor yang menyasar kebutuhan mendasar masyarakat, mulai dari akses air bersih hingga penguatan pendidikan keagamaan.

Dalam kegiatan yang digelar Selasa (7/4/2026), Pegadaian menyalurkan bantuan pembersihan 120 titik sumur warga yang terdampak banjir dan longsor, sekaligus membangun fasilitas sumur bor di lingkungan Dayah Sirajul Huda Al-Islammiyah, Gampong Matang Maneh, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

Infrastruktur air bersih tersebut menjadi langkah strategis untuk menjawab persoalan krisis air yang masih membayangi sebagian wilayah terdampak.

Tak hanya itu, dukungan terhadap sektor pendidikan juga diperkuat melalui distribusi perlengkapan sekolah kepada 300 anak dari keluarga kurang mampu. Bantuan ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah tekanan ekonomi pascabencana.

Program sosial tersebut turut diperluas dengan penyaluran bantuan sembako kepada dayah, yayasan, serta pondok pesantren yatim piatu. Sebagai bagian dari penguatan pendidikan keagamaan, Pegadaian juga mendistribusikan total 708 kitab. Dengan rincian untuk Dayah Sirajul Huda Al-Islammiyah Gampong Matang Maneh, 354 kitab dan 353 kitab lagi untuk Bustanut Tazkirah (Cabang Abu Paya Pasi) di Gampong Lhok Reudeup Kecamatan Tanah Jambo Aye.

Peresmian sumur bor dan penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh jajaran pimpinan Pegadaian, di antaranya Komisaris Utama A.M. Putranto, Direktur Utama Damar Latri Setiawan, serta Direktur Jaringan dan Operasi Eka Pebriansyah.

Dalam keterangannya, Eka Pebriansyah menegaskan bahwa Aceh Utara menjadi salah satu fokus utama penyaluran bantuan karena merupakan wilayah dengan dampak bencana yang cukup besar. Program ini, kata dia, merupakan bagian dari respons cepat Pegadaian dalam mendukung pemulihan masyarakat secara menyeluruh.

“Kami melihat kebutuhan di Aceh Utara sangat mendesak, terutama pascabencana. Oleh karena itu, bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga berorientasi pada keberlanjutan,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil akrab disapa Ayah Wa bersama unsur Forkopimda dan Muspika setempat, Pegadaian Aceh, Lhokseumawe, dan Pegadaian Aceh Utara.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aceh Utara Ismail menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pegadaian yang dinilai tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam mempercepat pemulihan serta mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Program Pegadaian Peduli di Aceh Utara diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga fondasi bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam memperkuat ketahanan sosial, akses pendidikan, dan infrastruktur dasar di wilayah terdampak bencana. (arm/ra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x