Kadis PUPR Lhokseumawe Said Bakhtiar yang juga Plt Kepala BPBD Lhokseumawe, berpose bersama Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Dr.Imran, M.Si.,MA, Cd dan Wali Kota Lhokseumawe Dr. Sayuti Abubakar (tengah). FOR RAKYAT ACEH.RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE– Pemerintah Kota Lhokseumawe terus mematangkan proses penyaluran Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah (BSPR) bagi warga yang rumahnya rusak akibat bencana pada 2025 lalu. Saat ini, pemerintah daerah tengah melakukan verifikasi dan validasi (verval) terhadap ribuan calon penerima bantuan agar penyaluran program berjalan transparan dan tepat sasaran.

Untuk mendukung proses tersebut, Pemko Lhokseumawe telah membentuk Tim Teknis Pelaksanaan Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah Terdampak Bencana Tahun 2026. Tim ini bertugas melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna memastikan kesesuaian data dengan kondisi riil rumah warga yang diusulkan menerima bantuan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Lhokseumawe, Said Bachtiar, ST., MT., menjelaskan tim teknis terdiri dari berbagai unsur lintas instansi. Di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), BPBD, unsur kecamatan, Inspektorat, serta aparat keamanan dari Polsek dan Koramil di wilayah setempat.
Menurutnya, tim saat ini melakukan verifikasi terhadap 1.275 unit rumah penerima bantuan tahap I yang merupakan hasil reviu Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Selain itu, verifikasi juga dilakukan terhadap usulan tahap II yang jumlahnya mencapai 10.618 unit rumah. Usulan tersebut diajukan oleh aparatur gampong melalui keuchik dan camat di masing-masing wilayah.
Sejak 5 Maret 2026, tim teknis telah turun langsung ke sejumlah lokasi untuk melakukan pengecekan lapangan. Beberapa wilayah yang telah diverifikasi di antaranya Gampong Blang Pulo di Kecamatan Muara Satu, Gampong Paloh Batee di Kecamatan Muara Dua, Gampong Blang Weu Panjoe di Kecamatan Blang Mangat, serta Gampong Kuta Blang dan Gampong Teumpok Teugoeh di Kecamatan Banda Sakti.
Proses verifikasi dilakukan dengan meninjau langsung kondisi rumah warga guna memastikan tingkat kerusakan serta kesesuaian data penerima bantuan. Langkah ini dilakukan agar bantuan yang diberikan benar-benar menyasar masyarakat yang berhak.
Hasil verifikasi nantinya akan disampaikan kepada camat dan keuchik setempat untuk diumumkan secara terbuka kepada masyarakat di masing-masing gampong. Transparansi ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan bersama agar tidak terjadi kesalahan data penerima.
Pemko Lhokseumawe juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan sanggahan apabila ditemukan nama warga yang dinilai tidak layak menerima bantuan. Formulir pengajuan sanggahan telah disediakan di kantor keuchik masing-masing gampong.
Pemerintah kota mengakui proses verifikasi membutuhkan waktu karena jumlah rumah yang diusulkan mencapai 11.893 unit dan seluruhnya harus dicek langsung di lapangan. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan dapat bersabar dan turut mendukung proses yang sedang berlangsung dengan memberikan informasi yang benar kepada tim verifikasi.
Dengan proses verifikasi yang ketat dan transparan, Pemko Lhokseumawe berharap bantuan stimulan perbaikan rumah dapat segera disalurkan dan benar-benar membantu warga yang terdampak bencana untuk kembali memiliki hunian yang layak. (arm/ra)
Tidak ada komentar