x

Pemko Lhokseumawe Terima Bantuan Pemulihan Pascabencana Lebih dari Rp9 Miliar

waktu baca 2 menit
Jumat, 9 Jan 2026 15:13 15 redaksi

RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe menerima dana bantuan pemulihan pascabencana banjir dan longsor dengan total nilai mencapai lebih dari Rp9 miliar. Bantuan tersebut berasal dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta sejumlah pemerintah daerah di Indonesia.

Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, didampingi Wakil Wali Kota Husaini, Asisten I M. Maxalmina dan Asisten III Setdako Lhokseumawe, Sayed Alam Zulfikar, menyampaikan hal tersebut kepada awak media dalam kegiatan coffee morning yang digelar di Aula Setdako Lhokseumawe, Jumat (9/1).

Wali Kota menjelaskan, dana bantuan terbesar berasal dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebesar Rp4 miliar. Selain itu, Pemerintah Provinsi Aceh mengalokasikan bantuan senilai Rp500 juta, sementara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan bantuan sebesar Rp3 miliar.

“Untuk bantuan dari Gubernur DKI Jakarta sebesar Rp3 miliar ini, kemungkinan Lhokseumawe menjadi satu-satunya daerah yang menerimanya,” ujar Sayuti.

Tak hanya itu, Pemko Lhokseumawe juga menerima bantuan dari sejumlah pemerintah daerah lain, yakni Wali Kota Surabaya sebesar Rp1,5 miliar, Pemerintah Kota Tangerang Selatan sebesar Rp350 juta, serta Pemerintah Kabupaten Lahat sebesar Rp300 juta.

Menurut Sayuti, seluruh dana bantuan tersebut akan difokuskan pada program pemulihan infrastruktur, khususnya normalisasi sungai dan drainase yang mengalami pendangkalan dan penyumbatan, serta kebutuhan mendesak lainnya yang berkaitan langsung dengan dampak bencana.

“Prioritas penggunaan anggaran ini adalah untuk penanganan banjir, normalisasi alur sungai, perbaikan drainase, dan kebutuhan penting lainnya agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Terkait banjir yang kerap terjadi di Kecamatan Banda Sakti, Wali Kota mengungkapkan bahwa tiga unit pompa air yang berfungsi mengalirkan air ke waduk saat ini mengalami kerusakan berat. Kerusakan tersebut terjadi akibat pemakaian berlebih ketika memompa air dalam volume besar hingga menyebabkan mesin pompa rusak.

“Saat banjir pada November 2025 ketika hujan berhenti, genangan air di Banda Sakti cepat surut karena dipompa ke waduk. Namun karena mesin pompanya bekerja ekstra, akhirnya mengalami kerusakan hingga meledak,” jelas Sayuti.

Pemko Lhokseumawe berkomitmen untuk segera melakukan perbaikan dan penguatan sistem pengendalian banjir sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana dan perlindungan masyarakat ke depan.

Ia menegaskan, Pemko Lhokseumawe akan memastikan penggunaan anggaran dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan akuntabel, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.

Pemko Lhokseumawe juga mengapresiasi solidaritas dan kepedulian pemerintah pusat serta daerah lain yang telah membantu proses pemulihan, sekaligus berharap dukungan berkelanjutan demi memperkuat ketahanan wilayah terhadap potensi bencana di masa mendatang. (arm/ra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x