Ratusan rumah warga di Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, rusak parah akibat banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut, menyebabkan banyak keluarga terpaksa mengungsi. (Dok. Rakyat Aceh)RAKYAT ACEH | BANDA ACEH – Bencana banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November 2025 lalu menyebabkan puluhan desa dilaporkan hilang atau mengalami kerusakan parah.

Dihimpun dari Posko Penanganan Banjir dan Longsor Aceh berdasarkan laporan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong di masing-masing kabupaten, sedikitnya tujuh kabupaten terdampak, yakni Aceh Tamiang, Aceh Utara, Nagan Raya, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Pidie Jaya.
Juru Bicara Posko Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan desa-desa di wilayah tersebut lenyap terseret arus banjir dan longsor, sementara sebagian lainnya hanya menyisakan beberapa rumah dalam kondisi rusak berat.
“Bencana ini juga memaksa seluruh penduduk desa mengungsi serta menghentikan sementara aktivitas pemerintahan gampong di wilayah terdampak,” kata Murthalamuddin, Selasa (6/1).
Di Kabupaten Aceh Tamiang, bencana terjadi di Kecamatan Sekerak. Desa Lubuk Sidup, Sekumur, Tanjung Gelumpang, Sulum, dan Baling Karang dilaporkan sudah tidak ada karena lenyap terseret banjir dan longsor. Seluruh penduduk mengungsi ke lokasi yang lebih aman atau ke rumah kerabat, sementara pemerintah desa tidak dapat menjalankan roda pemerintahan karena berada di pengungsian.
Sementara itu di Kabupaten Aceh Utara, satu dusun di Kecamatan Sawang, tepatnya di Desa Gunci, Riseh Teungoh, dan Riseh Baroh, dilaporkan hilang. Selain itu, di Kecamatan Langkahan, Desa Dudun Rayeuk dan Pungke juga dilaporkan lenyap akibat bencana. Kondisi serupa terjadi, di mana penduduk mengungsi dan pemerintah desa tidak dapat beroperasi.
Di Kabupaten Nagan Raya, bencana melanda Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Desa Kuta Teungoh dan Babah Suak dilaporkan hampir seluruhnya hilang, dengan hanya beberapa rumah tersisa dalam kondisi rusak berat. Seluruh warga mengungsi dan pemerintahan desa terhenti.
Bencana juga berdampak di wilayah tengah Aceh. Di Kabupaten Aceh Tengah, tepatnya di Kecamatan Ketol (Desa Bintang Pupara) dan Kecamatan Bintang (Desa Kalasegi), hanya beberapa rumah yang masih berdiri dengan kondisi rusak. Penduduk mengungsi dan pemerintah desa tidak dapat menjalankan aktivitas pelayanan.
Di Kabupaten Gayo Lues, sejumlah desa di beberapa kecamatan dilaporkan hilang. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Rikit Gaib (Desa Kuning Kurnia), Pantan Cuaca (Desa Tetingi, Seneren, Remukut), Blangkejeren (Desa Agusen), Teripe Jaya (Desa Pasir dan Uyem Beriring), serta Putri Betung (Desa Pungke). Seluruh desa tersebut dilaporkan lenyap akibat banjir dan longsor, dengan seluruh penduduk mengungsi.
Di Kabupaten Aceh Tenggara, satu dusun di Kecamatan Ketambe dilaporkan hilang. Desa-desa terdampak meliputi Ketambe, Sinpur Jaya, Rumah Bundar, Bukit Bakhu, Leuser, Lawe Aunan, Jambur Lak-Lak, Jati Sara, Lawe Penanggalan, Bener Bepapah, dan Penungkunan. Penduduk mengungsi dan pemerintahan desa tidak dapat berjalan.
Sementara di Kabupaten Pidie Jaya, satu dusun di Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu, dilaporkan hilang akibat banjir dan longsor. Kondisi penduduk dan pemerintahan desa sama-sama terdampak karena seluruh warga berada di pengungsian. (sep/min)
Tidak ada komentar