x

PUPR Aceh Barat Rehab Jembatan Gantung Lhok Malee-Cot Lagan 

waktu baca 2 menit
Senin, 16 Feb 2026 16:57 8 redaksi

RAKYAT ACEH I MEULABOH – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat melakukan rehab jembatan gantung Lhok Malee-Cot Lagan Kecamatan Woyla Barat. Jembatan ini kembali terjadi kerusakan pasca setelah diterjang banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, menyebutkan bahwa kondisi jembatan gantung penghubung antar desa ini mengalami kerusakan pada lantai jembatan yang terbuat dari papan cukup memprihatinkan setelah dihantam banjir serta jaring jembatan kiri dan kanan nyaris putus dan miring dan sangat berbahaya bagi kendaraan roda dua yang melintas

 

“Jembatan gantung penghubung desa Lhok Malee – Cot Lagan ini sudah pernah kita rehab pada Maret 2025 lalu, namun bencana banjir besar yang melanda November tahun lalu jembatan ini kembali mengalami kerusakan pada lantai dan jaring jembatan, sehingga harus kita rehab kembali,” kata Fadly, Senin (16/2/2026)

 

Fadly menjelaskan, dampak kerusakan yang ditimbulkan dari peristiwa bencana tersebut menyebabkan akses transportasi masyarakat di beberapa desa di Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, menjadi terganggu

 

“Setelah dilakukan survey, tim teknis PUPR langsung memperbaiki kerusakan terutama pada lantai jembatan diganti dengan lantai papan baru. Selain itu, perbaikan juga difokuskan pada jaring jembatan sisi kiri dan kanan yang nyaris putus dan miring dengan cara pengelasan agar jaring jembatan kembali kuat saat dilintasi

 

Ia mengatakan bahwa jembatan gantung penghubung penghubung desa Lhok Malee-Cot lagan merupakan urat nadi pergerakan ekonomi bagi masyarakat di wilayah pedalaman Woyla, terutama petani dalam membawa hasil panen dan juga anak sekolah yang saban hari melintas.

 

Harapannya, usai jembatan gantung penghubung Desa Lhok Malee-Cot Lagan ini selesai diperbaiki akan kembali nyaman melintas.

 

“Kami juga berharap agar tokoh masyarakat setempat merawat jembatan tersebut dan tidak dilintasi oleh kendaraan yang melebihi donasi karena dikhawatirkan jembatan ini kembali rusak,” urainya.(den)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x