x

Ribuan Eks Kombatan GAM Disumpah Massal di Makam Hasan Tiro, Tegaskan Komitmen pada MoU Helsinki

waktu baca 2 menit
Minggu, 29 Mar 2026 15:26 8 redaksi

ACEH BESAR | RAKYAT ACEH – Ribuan eks pejuang Aceh Merdeka dari wilayah Samudera Pasee, Kuta Pase, dan Aceh Rayeuk menggelar ziarah akbar ke makam Hasan Muhammad di Tiro, deklarator Gerakan Aceh Merdeka, serta makam Pahlawan Nasional Teungku Chik di Tiro Muhammad Saman di Gampong Meureue, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (26/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh penting dari kalangan eks kombatan dan elite politik Partai Aceh. Tampak hadir Ketua KPA Wilayah Samudera Pasee Pon Yaya, Ketua KPA Wilayah Kuta Pase Ableh Kandang, Ketua KPA Wilayah Aceh Rayeuk Aduen Muchlis, serta para petinggi KPA/Partai Aceh. Selain itu, turut hadir Anggota DPRA Muharuddin, Ketua DPRK Aceh Utara Arafat Ali, Anggota DPRK Aceh Utara Tajuddin, dan para anggota legislatif lainnya, Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang, serta Wakil Wali Kota Lhokseumawe Saini Pom bersama eks pejuang GAM lainnya.

Ziarah berlangsung khidmat dengan rangkaian doa bersama di pusara tokoh-tokoh penting Aceh tersebut. Namun, momen paling mencolok terjadi ketika ribuan eks kombatan yang merupakan mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka menggelar prosesi sumpah massal.

Dalam prosesi tersebut, para peserta berdiri rapat sambil bergandengan tangan sebagai simbol solidaritas. Dua orang di barisan terdepan memegang Al-Qur’an sebagai landasan sumpah, sementara seorang pemandu memimpin pembacaan ikrar yang diikuti secara serempak oleh seluruh eks kombatan.

Sumpah yang diucapkan berisi komitmen untuk terus memperjuangkan hak-hak Aceh serta menuntut pemenuhan kewajiban Pemerintah Indonesia sebagaimana yang telah disepakati dalam MoU Helsinki.

Suasana semakin emosional ketika sejumlah eks pejuang mengibarkan bendera bulan bintang yang merujuk pada Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh, seraya meneriakkan yel-yel “Merdeka” dan “Allahu Akbar” secara berulang.

Hal itu sejalan dengan video dan foto yang beredar di media sosial.

Aksi ini dinilai sebagai bentuk ekspresi kolektif eks kombatan dalam menjaga semangat perjuangan serta mengingatkan kembali komitmen damai yang telah disepakati pasca-konflik Aceh. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga mencerminkan bahwa isu implementasi butir-butir perjanjian damai masih menjadi perhatian serius di kalangan mantan pejuang.

Dengan kehadiran sejumlah pejabat daerah dan tokoh politik, kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki dimensi politik dan historis yang kuat, mencerminkan hubungan yang terus berkembang antara masa lalu perjuangan Aceh dan dinamika pemerintahan saat ini. (arm/ra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x