Ketua Poskorda Muhammadiyah Lhokseumawe Ns. Rahmat Muahajir, M.Kep bersama para Relawan menyerahkan Donasi Pangan yang bersumber dari mitra Lazismu kepada masyarakat Dusun Bidari, Gampong Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan,Aceh Utara. FOR RAKYAT ACEH.RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE – Pos Koordinasi Daerah (Poskorda) Muhammadiyah Lhokseumawe menuntaskan fase tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Aceh. Selama periode respon 25 November 2025 hingga 1 Januari 2026, Muhammadiyah telah menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada 3.454 kepala keluarga (KK) melalui 34 posko yang tersebar di sembilan kabupaten/kota terdampak.

Ketua Poskorda Muhammadiyah Lhokseumawe, Ns. Rahmat Muahajir, M.Kep, mengatakan bahwa fase tanggap darurat difokuskan pada pemenuhan kebutuhan mendesak para penyintas di lokasi bencana.
“Alhamdulillah, fase tanggap darurat berjalan dengan baik. Muhammadiyah telah menyalurkan bantuan kepada 3.454 KK di wilayah Aceh sebagai bentuk respon cepat dan nyata. Ini merupakan hasil kerja kolaboratif seluruh elemen Persyarikatan Muhammadiyah,” ujar Muhajir, kepada Rakyat Aceh, Kamis (8/1).
Ia menjelaskan, kolaborasi tersebut melibatkan berbagai unsur Muhammadiyah, mulai dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Lhokseumawe, relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dari tingkat pusat hingga daerah, dukungan Lazismu, tenaga kesehatan dari sejumlah Rumah Sakit Islam (RSI) di Pulau Jawa, civitas akademika STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta seluruh organisasi otonom Muhammadiyah dengan semangat One Muhammadiyah One Response (OMOR).
“Sinergi ini sangat membantu distribusi bantuan agar tepat sasaran, terutama pada masa awal bencana ketika akses menuju lokasi terdampak masih terbatas,” lanjutnya.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi beras, sembako, air bersih, air mineral, pakaian layak pakai dan pakaian dalam, family kit, kelambu, senter, masker, roti, makanan ringan, sarung, selimut, sepatu boat, serta layanan kesehatan yang menjangkau 1.269 jiwa, termasuk anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
Meski fase tanggap darurat telah berakhir di sebagian wilayah, Muhammadiyah mencatat bahwa di beberapa daerah kondisi darurat masih berlangsung sehingga kebutuhan penyintas tetap tinggi dan mendesak. Sementara di wilayah lain, kebutuhan mulai bergeser menuju fase pemulihan pascabencana.
“Muhammadiyah Lhokseumawe terus melakukan pendampingan di lapangan. Di sejumlah daerah fase darurat masih berjalan, sementara daerah lain telah memasuki fase pascabencana dengan fokus pada pemulihan kebutuhan dasar dan penataan kembali kehidupan masyarakat,” jelas Muhajir.
Pendampingan pascabencana tersebut mencakup layanan kesehatan, perbaikan sanitasi dan MCK, ketersediaan listrik, kebersihan lingkungan, hunian sementara, pendidikan anak, hingga pemulihan aktivitas ekonomi keluarga terdampak.
Muhajir menegaskan bahwa proses pemulihan pascabencana merupakan kerja jangka menengah hingga panjang yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
“Pemulihan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja bersama antara pemerintah, relawan, lembaga pendidikan, donatur, dan masyarakat,” tegasnya.
Pada fase pemulihan ini, Muhammadiyah juga membuka ruang partisipasi masyarakat luas untuk berkontribusi dalam aksi kemanusiaan. Donasi dapat disalurkan melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) nomor rekening 7559595955 atau Bank Muamalat nomor rekening 2620016616, atas nama Lazismu Lhokseumawe, dengan konfirmasi ke kontak person 0813-9701-0400.
Muhajir turut menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah mempercayakan penyaluran bantuan melalui Lazismu. Menurutnya, dukungan tersebut sangat membantu percepatan distribusi bantuan dan perluasan manfaat bagi para penyintas.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur. Kontribusi ini sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang membangun kembali kehidupan pascabencana,” pungkasnya. (arm/ra)
Tidak ada komentar