x

Sambangi Korban Banjir Aceh, Hanan Attaki Ajak Anak-Anak “Bangkit” Lewat Kisah Nabi Daud

waktu baca 2 menit
Senin, 23 Feb 2026 21:55 1 redaksi

RAKYAT ACEH | ACEH TAMIANG – Raut duka di wajah anak-anak penyintas banjir dan longsor di Kampung Kota Lintang, Kecamatan Kota Kuala Simpang, seketika berubah menjadi binar ceria. Senin (23/2), pendakwah asal Aceh, Ustadz Hanan Attaki, hadir di tengah mereka untuk memberikan dukungan psikologis sekaligus motivasi pascabencana.

 

Bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan Save the Children Indonesia, Hanan menggelar sesi bertajuk “Ngabuburit Bermakna”. Dalam interaksi tersebut, Hanan menekankan bahwa keterbatasan dan kondisi prihatin bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita besar.

 

“Orang sukses itu justru banyak yang dimulai dari kondisi prihatin. Saya ke sini untuk menyemangati mereka bahwa meski sedang diuji bencana, dukungan moral dan mental itu sangat penting,” ujar Hanan di sela kegiatannya.

 

Salah satu momen menarik terjadi saat Hanan berdialog dengan Aisyah, seorang anak yang bercita-cita menjadi tentara. Dengan gaya santai, Hanan menyelipkan pesan tentang kesehatan dan ketangguhan.

 

“Kalau mau jadi tentara harus kuat. Rahasianya harus rajin makan sayur supaya seperti Popeye,” kelakarnya yang disambut tawa anak-anak.

 

Tak hanya itu, Hanan mengisahkan perjuangan Nabi Daud AS saat mengalahkan raksasa Jalut (Goliath). Ia menceritakan bagaimana Nabi Daud yang saat itu masih kecil mampu menumbangkan lawan yang jauh lebih besar hanya dengan sebilah ketapel.

 

“Ketapel itu asalnya dari Palestina, negerinya Nabi Daud. Jadi, kalian harus tahu asal-usulnya. Dari kisah ini kita belajar, asal rajin belajar dan berdoa, siapa pun bisa jadi apa saja. Ada yang jadi presiden, guru, dokter, hingga tentara hebat,” tuturnya menyemangati.

 

Sementara itu, CEO Save the Children Indonesia, Desi Kurwiani Ukar, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Desa Kota Lintang didasari oleh dampak bencana yang cukup parah. Saat ini, pihaknya fokus pada masa pemulihan (recovery).

 

“Kami menjalankan program pemulihan pendidikan, termasuk membangun sekolah darurat bagi anak berkebutuhan khusus (disabilitas). Selain itu, ada pengolahan air bersih (water treatment) dan dukungan psikososial untuk memastikan kesehatan mental anak-anak tetap terjaga,” terang Desi.

 

Desi menambahkan, kehadiran Hanan Attaki diharapkan mampu meningkatkan kepedulian masyarakat luas terhadap kondisi Aceh dan Sumatera pascabencana, terutama di momen Ramadan ini.

 

“Ini saatnya kita berbagi dan meraih kembali kebersamaan di Aceh,” pungkasnya. (ddh)

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x