x

Sapi Bantuan Presiden Mulai Disalurkan, Kampung Terdampak Bencana Jadi Prioritas

waktu baca 2 menit
Rabu, 18 Feb 2026 16:05 6 redaksi

RAKYAT ACEH | REDELONG – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mulai mendistribusikan sapi bantuan Presiden untuk kebutuhan daging meugang bagi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor, Selasa (17/2). Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan kampung yang mengalami dampak bencana paling parah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Bener Meriah, Uswatun Hasanah, mengatakan distribusi dilakukan setelah seluruh sapi bantuan menyelesaikan tahapan pemeriksaan kesehatan serta penimbangan berat badan.

“Setelah selesai pengecekan kesehatan dan penimbangan, insyaallah siang ini sapi bantuan presiden akan kita distribusikan ke 105 kampung yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Bener Meriah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari total 232 kampung di Kabupaten Bener Meriah, hanya 105 kampung yang ditetapkan sebagai penerima bantuan sesuai petunjuk teknis dari pemerintah pusat. Kampung-kampung tersebut masuk dalam kategori terdampak langsung bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah itu beberapa waktu lalu.
Menurut Uswatun, penyaluran dilakukan secara proporsional dengan mengedepankan asas keadilan. Kampung yang mengalami kerusakan lebih berat dan jumlah warga terdampak lebih banyak akan menerima porsi daging lebih besar.

“Kampung yang warganya terdampak lebih berat menjadi prioritas. Desa dengan jumlah penduduk lebih banyak bisa saja menerima dua ekor sapi,” jelasnya.
Total anggaran bantuan sapi meugang dari Presiden mencapai Rp4,5 miliar. Awalnya, alokasi bantuan diperuntukkan bagi 91 kampung. Namun karena jumlah kampung terdampak mencapai 105, pemerintah daerah melakukan penyesuaian agar seluruh kampung terdampak tetap mendapatkan bagian.

Bagi warga yang saat ini masih menempati hunian sementara (huntara), bantuan akan diberikan langsung dalam bentuk daging meugang agar dapat segera dimanfaatkan.
Uswatun menegaskan, bantuan Presiden tidak disalurkan dalam bentuk uang tunai, melainkan berupa sapi yang kemudian diserahkan kepada aparatur kampung untuk dipotong dan dibagikan kepada warga.

“Nantinya sapi akan kita serahkan kepada aparatur kampung. Mereka yang akan melakukan pemotongan dan membagikan dagingnya kepada warga masing-masing,” pungkasnya. (uri/mar)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x