x

Satgas Saber Pangan Aceh Barat Intensifkan Pengawasan Menjelang Ramadhan

waktu baca 3 menit
Senin, 16 Feb 2026 14:53 13 redaksi

RAKYAT ACEH I MEULABOH – Tim Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Kabupaten Aceh Barat mengintensifkan pengawasan harga dan distribusi bahan pokok dengan melakukan pemantauan langsung di Pasar Tradisional Bina Usaha serta SUZUYA Mall Meulaboh, Desa Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, Senin (16/2/2026). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini terhadap potensi lonjakan harga dan gangguan distribusi menjelang tradisi Meugang dan bulan suci Ramadhan.

 

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB tersebut dipimpin Kasat Reskrim Polres Aceh Barat, AKP Roby Afrizal, S.H., bersama unsur lintas sektor, yakni Dinas Pangan, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Barat, serta personel Unit Tipidter Satreskrim Polres Aceh Barat.

 

Pengawasan ini mengacu pada regulasi Badan Pangan Nasional terkait Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat produsen dan Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen, serta Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional tentang pembentukan Satgas Saber Pangan Tahun 2026.

 

Di Pasar Tradisional Bina Usaha, tim melakukan pengecekan langsung ke sejumlah pedagang untuk memastikan kesesuaian harga dengan ketentuan yang berlaku. Hasilnya, harga minyak goreng kemasan merek Minyak Kita tercatat Rp15.700 per liter. Cabai merah dijual Rp40.000 per kilogram, bawang merah Rp28.000 per kilogram, bawang putih Rp32.000 per kilogram, serta gula pasir Rp18.000 per kilogram. Untuk komoditas beras premium, harga berada di kisaran Rp15.000 per kilogram.

 

Sementara untuk komoditas protein hewani, ayam potong dijual antara Rp50.000 hingga Rp60.000 per ekor, ayam ras Rp60.000 per ekor, daging sapi Rp180.000 per kilogram, serta telur ayam Rp52.000 per papan.

 

Tim juga memastikan kualitas barang yang diperdagangkan dalam kondisi layak konsumsi serta tidak ditemukan produk kedaluwarsa maupun tanpa izin edar.

 

Pemantauan juga dilakukan di SUZUYA Mall Meulaboh sebagai representasi pasar modern. Di lokasi tersebut, gula pasir dijual Rp18.750 per kilogram. Beras premium merek Kendi Kembar dipasarkan Rp16.600 per kilogram, sedangkan merek Sania Rp16.380 per kilogram. Secara umum, harga di pasar modern masih dalam batas wajar dan tidak menunjukkan adanya lonjakan signifikan.

 

Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Kasat Reskrim Polres Aceh Barat, AKP Roby Afrizal, S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi lintas instansi dalam menjaga stabilitas pangan di wilayah hukum Aceh Barat. Menurutnya, pengawasan tidak hanya berfokus pada harga, tetapi juga pada aspek keamanan dan mutu pangan yang beredar di pasaran.

 

“Dari hasil pemantauan hari ini, harga kebutuhan pokok relatif stabil dan stok masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Namun, kami tidak akan lengah. Pengawasan akan terus dilakukan secara berkala, terutama menjelang Meugang dan Ramadhan, di mana permintaan masyarakat cenderung meningkat,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, Satgas juga akan melakukan sosialisasi kepada para pelaku usaha mengenai pentingnya kepatuhan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan, kepemilikan izin edar, serta kewajiban menjaga standar keamanan dan mutu pangan. Pendekatan persuasif akan dikedepankan, namun tindakan tegas akan diambil apabila ditemukan praktik penimbunan, manipulasi harga, maupun pelanggaran distribusi.

 

Sebagai tindak lanjut, Satgas Saber Pangan Kabupaten Aceh Barat akan melakukan kunjungan ulang ke lokasi pemantauan untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga. Monitoring juga akan diperluas ke sejumlah titik lain yang dinilai rawan lonjakan harga menjelang momentum Meugang.

 

Melalui pengawasan terpadu ini, Polres Aceh Barat bersama instansi terkait berkomitmen menjaga kestabilan harga, menjamin ketersediaan bahan pokok, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat. Diharapkan, dengan langkah preventif dan pengawasan berkelanjutan, masyarakat Aceh Barat dapat menyambut Ramadhan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kelangkaan maupun lonjakan harga kebutuhan pokok.(den)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x