x

Selama Menjabat, Berikut Sejumlah Prestasi Diraih Munawal Hadi

waktu baca 3 menit
Rabu, 5 Nov 2025 08:18 7 redaksi

RAKYATACEH | BIREUEN- Hampir tiga tahun menjabat atau lebih tepatnya 2 tahun 9 bulan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, Munawal Hadi SH MH, sudah mengantongi segudang prestasi.

 

Sebelum ditunjuk sebagai Kajari Simalungun berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung RI, Munawal Hadi berhasil membawa Kejari Bireuen mendapatkan segudang prestasi, antara lain, penanganan tindak pidana korupsi, telah melakukan 18 penyelidikan dan 13 penyidikan serta sudah dilakukan penuntutan ke Pengadilan Negeri Tipikor Banda Aceh sebanyak 11 perkara.

 

Pada tahun 2023, Munawal telah menuntaskan 3 perkara tipikor, pada 2024 sudah menangani 5 penyidikan perkara tipikor, dan di tahun 2025, sedang melakukan 10 penyelidikan dugaan tipikor, 5 sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan, dan 3 sudah dilimpahkan ke PN Tipikor Banda Aceh.

 

Kerugian Keuangan Negara yang berhasil diselamatkan dari tahun 2023 hingga 2025 sebesar Rp 4,3 miliar.

 

Bidang Tindak Pidana Khusus, Kejari Bireuen juga meraih penghargaan dari Kajati Aceh sebagai Satker Terbaik 1 se-Aceh tahun 2024, terkait penanganan tipikor.

 

Kajari Bireuen juga telah melakukan upaya perdamaian sebanyak 66 perkara tindak pidana umum dan sebanyak 62 perkara berhasil dilakukan penyelesaian berdasarkan Restorative Justice (RJ).

 

Sementara di Bidang Tindak Pidana Umum, Kajari Bireuen berhasil meraih peringkat 1 terbaik se-Aceh selama dua tahun berturut-turut, yaitu pada tahun 2023 dan 2024.

 

Lalu, Munawal Hadi berhasil menyetorkan total Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp. 17.4 miliar, serta menerima Piagam penghargaan dari kepala Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung sebagai peringkat 1 kategori kejari tipe B dalam penyetoran penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

 

Di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, Kajari telah membuka Klinik Pelayan Hukum Gratis di kantor Kejaksaan Bireuen, dan telah berhasil meraih prestasi atas keberhasilan pemulihan keuangan negara sebesar Rp 23,2 miliar.

 

Tak hanya itu, kejaksaan juga berhasil menyelamatkan aset negara sebesar Rp 358 miliar, serta upaya percepatan pensertifikasian tanah wakaf sebanyak 696 sertifikat. Dengan raihan itu, Kejari Bireuen berhasil meraih peringkat 1 terbaik se Aceh tahun 2024.

 

Kemudian, Bidang Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti, Kajari Bireuen berhasil menerima penghargaan Apresiasi Pengelolaan Kekayaan Negara tahun 2025 atas Administrasi Permohonan Penilaian Terlengkap dari Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Lhokseumawe.

 

Bidang Intelijen, Munawal telah membentuk 27 Desa Siaga Anti Korupsi dan 4 Desa Siaga Anti Money Politik, serta pembinaan Desa Wisata di Kabupaten Bireuen.

 

Kajari Bireuen juga berhasil mendapatkan Penghargaan Prestasi Istimewa Peringkat III dalam penyelesaian pelatihan kepemimpinan Administrator di tahun 2023 dari Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, serta mendapatkan penghargaan-penghargaan lainnya dari sejumlah instansi, baik dari pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, organisasi Kepemudaan, maupun insan pers.

 

Dengan prestasi yang telah diraihnya itu, Munawal Hadi berharap, Kajari Bireuen yang baru bisa melanjutkan prestasi yang pernah diraih dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat di Kabupaten Bireuen.

 

“Semoga di tangan Kajari Bireuen yang baru nantinya, dapat menoreh prestasi terbaik dan dapat selalu membantu masyarakat,” harap Munawal melalui siaran persnya, Selasa (4/10). (akh)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x