x

Selamatkan Aset Negara, Warga Salang Singkirkan Sampah Kiriman di Jembatan Luan Lalla Simeulue

waktu baca 2 menit
Sabtu, 4 Apr 2026 06:23 4 redaksi

RAKYAT ACEH| SIMEULUE – Warga Kecamatan Salang, singkirkan Sampah kiriman yang tersangkut di jembatan sungai Luan Lalla, Kecamatan Salang, Kabupaten Simeulue usia hujan lebat.

 

Sampah kiriman yang diperkirakan ratusan ton itu, yang hanyut terbawa arus air dari hulu sungai dan tersangkut di jembatan luan lalla, dengan bentangan lebar tumpukan sampah sekitar 30 hingga 40 meter.

 

Tumpukan sampah yang beragam jenis itu, terbawa dari hulu sungai, sehingga di khawatirkan akan melenyapkan jembatan rangka baja, yang awalnya dengan kondisi sudah rusak serta miring.

 

Terkait gotong royong selamatkan aset negara, yang merupakan satu-satunya jembatan akses penghubung tersebut, disampaikan Camat Salang, Andung Suherdi, SE,.M.Si, yang dihubungi Harian Rakyat Aceh, Jumat, 3 April 2026.

 

“Selamatkan aset negara itu, masyarakat Kecamatan Salang, kompak gotong royong untuk membersihkan sampah sangkut di jembatan sungai luan lalla. Kita khawatir bila sebahagian tidak dibersihkan sampah itu, jembatan itu akan tenggelam,” kata Andung Suherdi.

 

Lebih lanjut Camat Salang menambahkan, upaya masyarakat gotong royong bersama untuk menyingkirkan sebahagaian sampah kiriman itu, yang dilaksanakan secara manual usai shalat berjamaah jumat.

 

Camat Salang, juga berharap untuk pembersihan total sampah kiriman yang tersangkut di fasilitas aset negara tersebut, membutuhkan alat berat dari instnasi teknis Pemerintah Kabupaten Simeulue.

 

“Gotong royong dilaksanakan secara manual oleh masyarakat kita, sehingga tidak maksimal. Untuk membersihkan total sampah itu, butuh alat berat,” imbuhnya.

 

Hujan deras dengan tingkat curah insitas tinggi yang menerpa wiilayah Kabupaten Simeulue, menimbulkan luapan air dan merendam pemukiman penduduk, faslitas publik serta juga longsoran.

 

Luapan air yang merendam pemukiman penduduk di sejumlah kecamatan itu, telah berangsung-angsur surut dan tidak ada warga yang mengungsi. Hal itu dijelaskan Kalaksa BPBD Simeulue, T. Riduan. Jumat, 3 April 2026.

 

“Benar, intensitas curah hujan tinggi sehingga terjadi luapan air merendam pemukiman penduduk di sejumlah titik di beberapa kecamatan. Air luapan sudah berangsur-angsur surut, tidak ada warga yang mengungsi,” kata T. Riduan, kepada Harian Rakyat Aceh.

 

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simeulue, juga menghimbau warga untuk partisipasinya membersihkan saluran air di lingkuannya, masing-masing, sehingga bila hujan deras tidak menimbulkan luapan air. (Ahi).

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x