x

Sembilan Kecamatan Diterjang Banjir

waktu baca 2 menit
Kamis, 27 Nov 2025 17:12 60 redaksi

RAKYAT ACEH | KUTACANE – Intensitas hujan yang tinggi terjadi dalam dua pekan terakhir diwilayah Kabupaten Aceh Tenggara, mengakibatkan sembilan Kecamatan di daerah ini diterjang banjir, Kamis (27/11).

Kepala BPBD Aceh Tenggara Mohd Asbi mengatakan, sembilan kecamatan berimbas banjir diketahui, Kecamatan Bambel, Ketambe, Tanoh Alas, Babul Rahmah, Darul Hasanah, Lawe Bulan, Bukit Tusam, Babussalam, dan Kecamatan Lawe Alas.

” Banjir di sembilan kecamatan ini berimbas tehadap 26 desa. Adapun banjir ini sendriri mulai melanda pemukiman warga pada Rabu 26 November 2025, sekitarvpukul 15.31 WIB kemarin. Penyebab karena meningkatnya air didaerah aliran sungai (DAS) serta jebolnya sejumlah tanggul sungai,” Sebut Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara Mohd Asbi.

Selain pemukiman warga banjir karena luapan sungai juga merusak sejumlah Fasilitas umum, akses laluli seperti jembatan dan jalan lintas kecamatan, dan Jalan Nasional.

Tiga Jembatan Rubuh Dan Putus

Bencana hidrometeorologi melanda Aceh Tenggara, meninggalkan kerusakan parah pada infrastruktur dan lahan pertanian. Empat jembatan dilaporkan rusak, tiga di antaranya putus akibat derasnya air sungai, membuat aksesibilitas dan komunikasi menjadi terhambat.

Kepala BPBD Aceh Tenggara, Mohd ASBI, mengungkapkan jembatan-jembatan yang rusak Jembatan Natam, terletak di Desa Simpang Empat Tanjung, Jembatan Mbarung di Desa Mbarung, dan Jembatan Silayar di Desa Pedesi. Selain itu, Oprit dan badan jalan Jembatan Salim Pipit juga terputus.

Dampak bencana ini tidak hanya terbatas pada infrastruktur, namun juga lahan pertanian masyarakat di 6 kecamatan terendam. Membuat ribuan hektar sawah dan ladang menjadi tidak dapat diolah. Tanggul sungai di Desa Mendabe dan Desa Kuta Galuh juga jebol, membuat permukiman penduduk terancam.

“Jembatan Nasional Desa Kuning-I digenangi banjir setinggi 50 Cm akibat pendangkalan material, membuat aksesibilitas menjadi terhambat,” ungkap Mohd ASBI.

Selain itu, jalan desa di Desa Biakmuli Pantai Raja juga putus, membuat warga kesulitan mengakses daerah lain.

Pemerintah daerah dan BPBD Aceh Tenggara terus memantau situasi dan berupaya melakukan penanganan darurat untuk memulihkan aksesibilitas dan mengurangi dampak bencana. Masyarakat diimbau untuk waspada dan berhati-hati dalam menghadapi bencana ini. (VAL).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x