Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, mengatakan kehadiran TNI merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam membantu masyarakat pascabencana. FOR RAKYAT ACEH.RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE – Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus menggenjot pembangunan jembatan Bailey di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, guna memulihkan akses transportasi yang terputus akibat bencana tanah longsor. Meski menghadapi tantangan cuaca ekstrem pada musim penghujan, prajurit TNI tetap bekerja tanpa henti, siang hingga malam, demi mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat.

Bencana longsor yang melanda kawasan tersebut menyebabkan sedikitnya 12 titik fasilitas umum rusak parah, termasuk jalur vital penghubung Kabupaten Bener Meriah dengan Aceh Tengah dan Gayo Lues. Akibatnya, jalan lintas nasional yang menjadi urat nadi mobilitas dan perekonomian warga terputus total, menghambat distribusi logistik serta aktivitas sosial masyarakat.
Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, mengatakan kehadiran TNI merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam membantu masyarakat pascabencana.
“Walaupun terkendala cuaca musim hujan dan aktivitas masyarakat yang masih melintas di sekitar lokasi, personel TNI tetap bekerja maksimal. Pembangunan jembatan Bailey ini diharapkan dapat segera mengembalikan aktivitas masyarakat seperti sediakala,” ujar Danrem, di konfirmasi Rakyat Aceh Rabu (17/12).
Ia menjelaskan, TNI saat ini tengah membangun Jembatan Bailey Konveks di KM 57 Wih Pase, Desa Seni Antara, Kecamatan Permata. Proyek tersebut dikerjakan dengan melibatkan 17 unit alat berat milik TNI, pemerintah daerah, serta dukungan dari berbagai unsur terkait.
“Para prajurit tetap bersemangat bekerja dari pagi hingga malam. Fokus kami adalah percepatan pemulihan akses jalan agar roda perekonomian dan mobilitas warga bisa kembali normal,” tegasnya.
Danrem Ali Imran juga menegaskan bahwa langkah percepatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Komandan Satuan Tugas normalisasi fasilitas umum terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Sesuai perintah Kasad, jajaran Kodam Iskandar Muda dikerahkan untuk memperbaiki jalan dan membangun jembatan di 12 titik terdampak di Kabupaten Bener Meriah,” jelasnya.
Sejumlah jalur alternatif telah berhasil dibuka, di antaranya akses Gunung Salak melalui Aceh Utara hingga KM 42, sementara di KM 55 tengah berlangsung pembangunan jembatan Bailey oleh satuan Zeni TNI AD. Selama proses pengerjaan, jalur darurat disiapkan agar kendaraan roda empat dan aktivitas masyarakat tetap dapat melintas.
Dalam kesempatan tersebut, Danrem 011/Lilawangsa mendampingi Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, meninjau langsung progres perbaikan jalan dan pembangunan jembatan Bailey di lokasi terdampak.
Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah pejabat TNI, di antaranya Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Arh Jamal Dani Arifin, Danyon Arhanud 5/CSBY Letkol Arh Febry Aryanto, Waaslog Kasdam IM Letkol Kav Makhyar, serta Koordinator Jembatan Bailey Compact Lettu CZI Taufik, beserta jajaran Kodam Iskandar Muda lainnya. (arm/ra)
Tidak ada komentar