x

Solidaritas Mengalir untuk Aceh: Donasi Menembus Rp 40 Juta dari Mata Garuda Aceh

waktu baca 3 menit
Senin, 1 Des 2025 06:15 6 redaksi

RAKYAT ACEH | BANDA ACEH – Respons publik terhadap aksi Tanggap Bencana Aceh yang dikoordinasikan oleh Mata Garuda Aceh menunjukkan solidaritas luar biasa. Hingga 30 November 2025 pukul 14.59 WIB, total donasi yang berhasil dihimpun mencapai lebih dari Rp 40 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar 99% dana telah disalurkan, menyisakan kurang dari Rp 10.000.

 

Keterbatasan jaringan dan akses komunikasi di wilayah terdampak sempat menghambat pelaporan detail, namun distribusi bantuan tetap berjalan optimal. Seluruh dana dialokasikan untuk kebutuhan darurat seperti logistik, air bersih, obat-obatan, perlengkapan bayi, serta dukungan bagi warga yang tidak dapat menjangkau pos bantuan umum.

 

Dukungan datang dari berbagai arah: donasi individu, Mata Garuda Pusat, PPI di sejumlah negara, komunitas diaspora Aceh di luar negeri, serta organisasi lokal di Aceh. Beragamnya sumber bantuan ini mencerminkan kuatnya kepedulian nasional dan global terhadap bencana yang melanda Aceh. Rincian lengkap donasi akan dipublikasikan setelah masa tanggap darurat berakhir, bersamaan dengan finalisasi laporan keuangan.

 

Hingga hari ini, bantuan telah menjangkau lebih dari 40 desa di berbagai kabupaten, termasuk Aceh Utara, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Timur, Lhokseumawe, dan Bireuen. Di antara desa-desa tersebut adalah Meunasah Meuria, Keude Jungka Gajah, Seuneubok Keuyun, Meunasah Lhok, Lancang, Geurudong Pasee, Puloe Blang, Paloh Lada, Dayah Kruet, Matang Kuli, serta sejumlah desa di Syamtalira Aron dan kawasan pesisir lainnya. Banyak lokasi yang berhasil dijangkau merupakan area terpencil dan terisolasi akibat kerusakan akses jalan dan cuaca buruk.

 

Capaian ini dimungkinkan berkat aktivasi jaringan akar rumput Mata Garuda Aceh. Alumni LPDP yang tergabung dalam organisasi ini tersebar hampir di seluruh kabupaten/kota, memudahkan pemetaan kebutuhan dan percepatan penyaluran bantuan. Hampir 100 pemuda dan pemudi lokal juga terlibat sebagai relawan di desa masing-masing, membantu distribusi di medan yang sulit dijangkau kendaraan.

 

Ketua Mata Garuda Aceh, Wildan Sani Rasyid, menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur dan relawan.

 

“Alhamdulillah, distribusi bantuan dapat berjalan cepat meski tantangan geografis dan kendala jaringan sangat berat. Capaian 99% penyaluran dana adalah bukti kekuatan solidaritas dan jejaring alumni serta relawan lokal. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Mata Garuda Aceh siap berkolaborasi dengan lembaga mana pun demi memastikan bantuan sampai kepada mereka yang paling membutuhkan.”

 

PIC Program Tanggap Bencana, Ajmir Akmal, menegaskan pentingnya kerja kolektif di lapangan.

 

“Situasi di lapangan sangat menantang, tetapi dengan dukungan relawan dari berbagai kabupaten dan pemuda desa, bantuan dapat menjangkau lebih dari 40 desa. Ini kerja kemanusiaan berbasis solidaritas. Terima kasih kepada seluruh donatur dan relawan. Kami selalu terbuka berkoordinasi dengan pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan komunitas lokal untuk mempercepat pemulihan.”

 

Mengandalkan koordinasi lintas wilayah, jaringan akar rumput, serta dukungan dari berbagai negara, upaya tanggap bencana ini memberikan dampak signifikan bagi masyarakat Aceh. Mata Garuda Aceh akan terus memantau situasi dan siap memperluas kolaborasi agar bantuan lanjutan dapat menjangkau seluruh warga yang masih membutuhkan. (arm/ra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x