Anggota DPRA asal Bireuen, Rusyidi Mukhtar (Ceulangiek).Rakyat Aceh | Bireuen – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari daerah pemilihan Kabupaten Kabupaten Bireuen, Rusyidi Mukhtar yang akrab disapa Ceulangiek, mengalokasikan anggaran puluhan miliar rupiah melalui program pokok-pokok pikiran (pokir) untuk mendorong pembangunan di berbagai sektor di Bireuen pada tahun anggaran 2026.

Program tersebut mencakup pembangunan dan rehabilitasi sarana ibadah, dukungan terhadap lembaga pendidikan, peningkatan infrastruktur jalan dan saluran, hingga bantuan rumah layak huni serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pada sektor keagamaan, sejumlah masjid di berbagai kecamatan memperoleh bantuan dengan nilai bervariasi, antara Rp500 juta hingga Rp1 miliar per unit. Masjid yang menerima bantuan antara lain, Masjid Al Munawar Asan Bideuen, Kecamatan Peusangan, Masjid Babut Taqwa Jaroemah Me, Kecamatan Kuta Blang, dan Masjid Ar Ridha, Cot Tunong, Kecamatan Gandapura.
Kemudian, Masjid Besar Taqwa Gandapura, Masjid Nurul Huda Cot Aneuk Bate Peusangan Siblah Krueng, Masjid Babul Salam Paloh Raya Kuta Blang, dan Masjid At-Taqwa Pante Gajah, Kecamatan Peusangan.
Ceulangiek menegaskan, dukungan terhadap pembangunan masjid merupakan bagian dari komitmennya dalam memperkuat syiar Islam dan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan pembinaan generasi. Karena itu, penguatan sarana ibadah menjadi salah satu prioritas kami,” ujarnya kepada Rakyat Aceh, Kamis (26/2).
Selain sarana ibadah, bantuan juga menyasar lembaga pendidikan, yakni Pesantren Terpadu Almuslim, Pesantren Ummul Qura Paya Meuneng, Dayah Israfi Darussa’dah Nincah Peusangan, serta Universitas Islam Aceh (UIA).
Menurutnya, penguatan pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah, terutama dalam mencetak generasi yang berdaya saing dan berakhlak.
Di sektor infrastruktur, sejumlah ruas jalan lingkungan akan ditingkatkan dan diperkeras, di antaranya jalan Gampong Raya Dagang, Tanjong Paya Bayu, Bugak Asan Bideuen, Bugak Masjid Kecamatan Jangka, Cot Girek Kareung Peusangan, Gle Putoh–Buket Kecamatan Kuta Blang, serta pembangunan saluran di Blang Rambong Peusangan.
Tak hanya itu, pada 2026 juga dialokasikan bantuan 21 unit rumah layak huni bagi fakir miskin, bantuan becak untuk pemuda perintis, serta dukungan miliaran modal usaha bagi kelompok-kelompok ekonomi masyarakat di Bireuen.
“Insyaallah seluruh program ini direalisasikan melalui pokir dan APBA Tahun 2026. Untuk kecamatan lain, akan dilakukan secara bertahap pada tahun berikutnya,” jelasnya.
*Wujud tanggung jawab moral terhadap daerah
Ceulangiek menegaskan, perhatian khusus terhadap Bireuen merupakan bentuk tanggung jawab moralnya sebagai wakil rakyat dari daerah tersebut. Amanah yang diberikan masyarakat, katanya, harus diwujudkan melalui kerja nyata dan program yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi intens dengan masyarakat melalui kunjungan rutin ke gampong-gampong guna menyerap aspirasi secara langsung. Dengan begitu, setiap program yang diperjuangkan di tingkat provinsi benar-benar sesuai kebutuhan prioritas masyarakat.
“Komitmen ini bukan sekadar janji politik, melainkan bentuk pengabdian. Saya akan terus mengawal setiap program agar tepat sasaran dan memberi manfaat jangka panjang bagi Bireuen,” tegasnya. (akh)
Tidak ada komentar