x

Tarawih Perdana di Jantung Korem Lilawangsa, Saat Prajurit TNI dan Warga Lhokseumawe Bersujud Bersama

waktu baca 2 menit
Jumat, 20 Feb 2026 17:45 3 redaksi

RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE – Malam pertama Ramadhan 1447 Hijriah menghadirkan pemandangan yang tak biasa di Korem 011/Lilawangsa, Kota Lhokseumawe pada Rabu malam (18/2). Di kompleks militer yang identik dengan disiplin dan komando, saf-saf panjang shalat tarawih justru menjadi ruang pertemuan yang hangat antara prajurit dan masyarakat.

Sejak usai Magrib hingga Isya berjamaah, arus jamaah terus mengalir menuju Masjid Al-Fitrah. Lampu-lampu yang menerangi halaman masjid membingkai suasana religius yang kental, sementara derap sepatu dinas berbaur dengan langkah santai warga sipil. Tidak ada sekat pangkat dan jabatan, yang tampak hanyalah barisan lurus, bahu-membahu dalam ibadah.

Penetapan 1 Ramadhan 1447 H yang jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, menjadi titik awal rangkaian ibadah umat Muslim di seluruh Indonesia. Namun di lingkungan Korem 011/Lilawangsa, Ramadhan tidak sekadar dimulai dengan tarawih perdana. Ia dibuka dengan pesan simbolik tentang kedekatan institusi pertahanan dengan masyarakat yang dilayaninya.

Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 011 PD IM, Ny Dini Imran serta para pejabat TNI bersama keluarga besar langsung berbaur dengan masyarakat.

Kehadiran pimpinan di tengah jamaah mempertegas komitmen bahwa masjid di lingkungan militer tersebut terbuka bagi siapa pun.

“Ramadhan adalah momentum memperkuat kebersamaan. Masjid Al-Fitrah terbuka untuk umum, baik untuk shalat lima waktu maupun tarawih selama bulan suci,” ujarnya.

Malam itu, saf jamaah memperlihatkan wajah Aceh yang utuh. Lansia datang lebih awal demi menempati barisan depan. Para prajurit berdiri tegap di samping warga. Anak-anak menggenggam tangan orang tua mereka, belajar tentang makna kesabaran dalam rakaat-rakaat panjang tarawih. Lantunan ayat suci menggema, menembus dinding-dinding kokoh kompleks militer dan menyatu dengan harap akan keberkahan.

Di tengah dinamika sosial yang terus bergerak, tarawih perdana di Masjid Al-Fitrah menjadi lebih dari sekadar agenda rutin tahunan. Ia menjelma simbol harmoni: bahwa di wilayah yang pernah melewati beragam fase sejarah, kebersamaan tetap menjadi fondasi utama.

Ramadhan 1447 H pun dimulai dari jantung Korem 011/Lilawangsa dengan satu pesan yang menguatkan bahwa pertahanan bukan hanya soal menjaga batas wilayah, tetapi juga merawat kedekatan dengan rakyat. Di saf yang sama, dalam sujud yang sama, nilai kebangsaan dan spiritualitas bertemu tanpa jarak. (arm/ra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x