
RAKYAT ACEH | KUTACANE — Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara memastikan pembangunan sejumlah infrastruktur vital yang terdampak banjir akan segera direalisasikan. Sedikitnya tiga jembatan, relokasi jalan nasional, serta beberapa jembatan gantung (titi gantung) direncanakan mulai dibangun dalam waktu dekat, Rabu (14/1).

Bupati Aceh Tenggara H.M. Salim Fahkry, SE, MM, mengatakan pembangunan tersebut merupakan hasil koordinasi intensif antara pemerintah daerah dan Pemerintah Pusat sebagai langkah percepatan pemulihan pascabencana.
“Kami bersama jajaran terus melakukan koordinasi dan upaya intensif dengan Pemerintah Pusat guna merealisasikan pembangunan tersebut dalam tempo sesingkat-singkatnya. Infrastruktur ini sangat mendesak untuk memulihkan akses transportasi masyarakat, terutama pascabencana banjir yang melanda sejumlah kecamatan,” kata Bupati Salim Fahkry.
Selain pembangunan jembatan dan relokasi jalan nasional, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara juga tengah memperjuangkan bantuan pembangunan rumah-rumah warga yang rusak dan tersapu banjir.
Upaya lobi ke kementerian terkait terus dilakukan agar bantuan tersebut dapat segera terealisasi.
Pemerintah daerah berharap dukungan seluruh elemen masyarakat agar percepatan pembangunan infrastruktur dan pemulihan pascabencana di Aceh Tenggara dapat berjalan lancar.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo melakukan peninjauan langsung terhadap kerusakan infrastruktur pascabencana banjir di Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara. Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penanganan jembatan dan infrastruktur terdampak bencana.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pekerjaan Umum meninjau sejumlah lokasi, di antaranya Jembatan Pantai Dona di Lawe Alas, Kecamatan Semadam, Jembatan Barung di Kecamatan Babussalam, ruas jalan nasional, serta fasilitas pelayanan publik seperti puskesmas yang terdampak banjir.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk hadir dan bergerak cepat dalam memastikan pemulihan infrastruktur serta aktivitas masyarakat dapat kembali normal.(VAL)
Tidak ada komentar