
RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE : Profesional pelayanan internet Iconnet masih perlu dipertanyakan. Tiga pekan berlalu pasca banjir landa Aceh, koneksi masih lumpuh. Keluhan pelanggan pun berdatangan.Respon layanan kurang responsive, Sabtu 20 Desember 2025.

Manager Iconnet Rayon, Lhokseumawe, Fatan yang dikonfirmasi Rakyat Aceh, menyebutkan sedang dalam tahap recovery jaringan pasca banjir lalu.Kendati demikian, Fatan masih belum memberikan jawaban kapan kisaran jaringan Iconnet kembali normal.
Saiful seorang pelanggan kepada Rakyat Aceh menyebutkan jaringan internet Iconnnet plus di kawasan Komplek Korrpi Desa Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe dan sekitarnya masih rusak.
Para pelanggan di kawasan tersebut dasarnya sudah melapor berulang kali baik melalui aplikasi yang tersedia, melalui whatshapp pimpinan PLN Icon Plus Lhokseumawe dan juga mendatangi kantor mereka yang berada di Desa Lancang Garam, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.
Tapi hasilnya tidak ada perubahan sama sekali, karena hingga Sabtu (20/12/2025) siang, jaringan di kawasan Komplek Korpri Alue Lim masih rusak.
Disebutkan Saiful, beberapa hari setelah hujan reda dan air mulai surut di wilayah Kota Lhokseumawe, jaringan sempat normal kembali walau sedikit lemot. Kondisi ini pun masih bisa dipahami. Itu pun hanya berlangsung sekitar dua hari.
“Karena setelah itu, yakni saat Lhokseumawe tidak banjir lagi dan aktifitas masyarakat sudah mulai normal, malah jaringan rusak total dan berlangsung hingga Sabtu ini,” kata Saiful panjang lebar.
Menurut dia, keluhan akan internet Iconnet sejumlah pelanggan di sana sudah membuat laporan dengan berbagai cara. Ada yang langsung berkomunikasi dengan pimpinan Icon Plus Lhokseumawe, ada yang via aplikasi PLN Mobile, termasuk mendatangi kantor penyedia jaringan internet tersebut, namun tidak membuahkan hasil.
“ Kondisi ini sangat merugikan kami pelanggan. Karena sudah hampir tiga pekan jaringan mati. Sedangkam saat tagihan bulan datang nantinya, jumlah yang dibayar tetap untuk jatah satu bulan penuh.
“ Sedangkan penyampaian keluhan kami harus ke media massa, karena sudah tidak tahu harus melapor kemana lagi tentang kondisi ini, “ pungkas Saiful. (ung)
Tidak ada komentar