PHOENIX, ARIZONA – DECEMBER 22: U.S. President-elect Donald Trump smiles during Turning Point USA’s AmericaFest at the Phoenix Convention Center on December 22, 2024 in Phoenix, Arizona. The annual four day conference geared toward energizing and connecting conservative youth hosts some of the country’s leading conservative politicians and activists. (Photo by Rebecca Noble/Getty Images)Rakyat Aceh | Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu kontroversi internasional setelah mengunggah tangkapan layar di media sosial Truth Social yang mengklaim dirinya sebagai presiden sementara Venezuela.

Unggahan tersebut dibuat menyerupai biografi Wikipedia dan menyebut Trump mulai menjabat sebagai presiden sementara Venezuela sejak Januari 2026, sembari tetap mempertahankan posisinya sebagai Presiden Amerika Serikat.
Klaim itu muncul setelah Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat pada 3 Januari lalu. Trump menyatakan telah mengambil alih kendali situasi di Venezuela sebagai bagian dari kepemimpinan Amerika Serikat di bawah dirinya.
Namun, klaim tersebut langsung dibantah pemerintah Venezuela. Wakil Presiden Delcy Rodriguez, yang saat ini menjalankan pemerintahan, menegaskan tidak ada kekosongan kekuasaan di negaranya.
“Tidak ada ketidakpastian di sini. Rakyat Venezuela yang memegang kendali, dan ada pemerintahan yang sah, yaitu pemerintahan Presiden Nicolas Maduro,” kata Rodriguez saat berpidato dalam acara komunitas di Negara Bagian Miranda, Sabtu (10/1).
Rodriguez juga menyatakan tekadnya untuk memulangkan Maduro dan Flores ke Venezuela. Ia berjanji tidak akan berhenti berjuang “sedetik pun” hingga keduanya kembali ke tanah air.
Pemerintah Venezuela menilai klaim Trump tidak memiliki dasar hukum dan merupakan bentuk pelanggaran terhadap kedaulatan negara.
Tidak ada komentar