PAMIT: Pasukan TNI pamit saat apel pelepasan Satgas kemanusiaan dalam pemulihan dampak bencana yang digelar di Lapangan Tribun Aceh Tamiang, Minggu (22/2/2026). FOR RAKYAT ACEHRAKYAT ACEH | ACEH TAMIANG – Operasi kemanusiaan TNI dalam memulihkan dampak bencana hidrometeorologi di Bumi Muda Sedia resmi berakhir kemarin 22 Februari 2026. Bertempat di Lapangan Tribun Kantor Bupati Aceh Tamiang, Wakil Bupati Ismail melepas kepulangan para prajurit dengan penuh haru dan apresiasi tinggi.

Bagi Pemkab dan masyarakat setempat, kehadiran Satgas TNI bukan sekadar bantuan teknis. Melainkan suntikan moril luar biasa di tengah masa sulit.
“Atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Aceh Tamiang, saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Kehadiran para prajurit dari berbagai kesatuan ini adalah berkah bagi kami,” tegas Ismail saat memimpin apel pelepasan, Minggu (22/2).
Buktikan Operasi Selain Perang
Selama masa penugasan, “pasukan baret hijau” ini tak kenal lelah berjibaku dengan lumpur dan puing. Mulai dari pembersihan akses jalan, membangun jembatan darurat yang terputus, hingga menormalisasi pemukiman warga serta fasilitas umum yang lumpuh diterjang bencana.
Ismail menegaskan, aksi cepat ini adalah bukti nyata kehadiran negara. TNI membuktikan diri tak hanya digdaya dalam operasi militer perang (OMP). Namun, juga sangat efektif dan taktis dalam operasi militer selain perang (OMSP), khususnya penanggulangan bencana.
“Ini wujud nyata negara hadir. Kerja keras kalian membangkitkan optimisme kami untuk bangkit lebih kuat,” imbuhnya.
Sertifikat Pengabdian
Di pengujung acara, suasana tampak khidmat saat Wabup menyerahkan sertifikat penghargaan kepada perwakilan Satgas TNI. Piagam tersebut menjadi simbol ikatan emosional dan tanda terima kasih atas keringat yang tumpah demi pemulihan Aceh Tamiang.
Ismail pun menitipkan pesan pamungkas bagi para prajurit sebelum kembali ke kesatuan masing-masing. “Teruslah menjadi tentara yang dicintai rakyat. Jaga terus semangat gotong royong ini,” pungkasnya. (ddh)
Tidak ada komentar