
RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE- Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh (Unimal) melalui Jurusan Informatika resmi menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Lhokseumawe untuk mendorong perencanaan kota berbasis sistem informasi spasial. Penandatanganan kerja sama ini berlangsung pada Rabu (8/10), di Lhokseumawe.

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) oleh Dekan Fakultas Teknik, Dr. Muhammad Daud, S.T., M.T., dan Implementation Agreement (IA) oleh Ketua Jurusan Informatika, Munirul Ula, S.T., M.Eng., Ph.D., bersama Kepala Dinas PUPR, Said Bachtiar, S.T., M.T.
Ruang lingkup kerja sama meliputi pengembangan riset, integrasi data spasial, serta penguatan kebijakan tata ruang berbasis bukti. Dalam pertemuan tersebut, tim peneliti Unimal juga mempresentasikan hasil studi bertajuk: “Analisis Pola Spasial Permukiman dan Lahan Kosong Kota Lhokseumawe Menggunakan Mean Shift Clustering.”
Penelitian yang diketuai oleh Hafizh Al Kautsar Aidilof, S.T., M.Kom., ini berhasil mengidentifikasi 58 klaster spasial, yang memperlihatkan pola kepadatan permukiman serta area lahan tidak terpakai di berbagai wilayah kota.
Menurut penjelasan pakar tata ruang, Dr. Ars. Rinaldi Mirsa, S.T., M.T., IPM., IAI, hasil analisis ini sangat potensial untuk disinergikan dengan dokumen Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), peta zonasi, dan pengembangan sistem WebGIS interaktif yang dapat diakses publik dan pengambil kebijakan.
Kepala Dinas PUPR Kota Lhokseumawe, Said Bachtiar, menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari modernisasi tata kelola perkotaan yang berbasis riset dan selaras dengan arah kebijakan nasional.
“Pendekatan akademis seperti ini memperkuat perencanaan berbasis bukti. Ini sangat mendukung program prioritas Pemerintah Kota Lhokseumawe maupun Kementerian PUPR,” ujarnya.
Arman, S.T., M.T., selaku Sekretaris Dinas PUPR, juga mendorong agar kolaborasi ini diperluas ke berbagai sektor strategis, seperti:
Bina Marga: perencanaan flyover Cunda dan mitigasi kemacetan.
Sumber Daya Air: pengendalian genangan dan banjir. Permukiman: penataan kawasan kumuh dan rumah tidak layak huni (RTLH).
Cipta Karya: pengembangan ruang publik dan kawasan strategis.Tata Ruang: pemutakhiran RDTR dan sistem zonasi.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Unimal, Dr. Muhammad Daud, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata kontribusi universitas dalam pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Kami terus mendorong riset terapan yang dapat menjadi solusi konkret bagi tantangan pembangunan kota. Ini juga menjadi bagian dari implementasi semangat Merdeka Belajar dan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas,” tegasnya.
Penandatanganan ini menjadi fondasi awal sinergi akademik dan praktis dalam mendorong perencanaan kota yang lebih inklusif, adaptif, dan berbasis data, seiring tuntutan era digitalisasi tata ruang dan pengelolaan perkotaan modern. (adi/ra)
Tidak ada komentar