Rakyat Aceh | Jakarta – Program Pembangunan PBB (UNDP) memperingatkan pembersihan reruntuhan di Jalur Gaza dapat memakan waktu hingga tujuh tahun jika dilakukan dengan kecepatan saat ini. Saat ini, baru sekitar 0,5 persen puing yang berhasil dibersihkan.

Kepala UNDP, Alexander De Croo, menyebut kondisi kemanusiaan di Gaza sebagai yang terburuk sepanjang pengalamannya di bidang pembangunan.
“Ini adalah kondisi kehidupan terburuk yang pernah saya lihat,” ujarnya dalam pengarahan dari Yerusalem, Selasa (17/2).
Sekitar 90 persen warga Gaza kini hidup di tengah reruntuhan atau di tenda-tenda darurat yang sangat sederhana. UNDP baru membangun 500 unit hunian sementara dan menyiapkan 4.000 unit, sementara kebutuhan diperkirakan mencapai 200.000 hingga 300.000 unit.
Selain pembersihan puing dan penyediaan hunian, UNDP juga berupaya menghidupkan kembali sektor swasta melalui program padat karya dan bantuan tunai.
UNDP mendesak otoritas Israel membuka akses lebih luas bagi bahan bangunan dan bantuan kemanusiaan, seraya menegaskan alasan keamanan tidak boleh menghambat upaya pemulihan Gaza.
Sumber: Anadolu
Tidak ada komentar