x

Universitas Almuslim Hadir di Tengah Banjir Bireuen, Salurkan Bantuan ke Gampong Terpencil

waktu baca 2 menit
Selasa, 23 Des 2025 14:59 47 redaksi

Rakyat Aceh | Bireuen – Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Kabupaten Bireuen, menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat terdampak banjir dengan turun langsung menyalurkan bantuan ke sejumlah gampong yang minim sentuhan bantuan.

Rektor Universitas Almuslim (Umuslim), Dr Marwan MPd, didampingi Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Sony M Ikhsan Mangkuwinata, kepada Rakyat Aceh menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana yang didukung oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM).

“Universitas Almuslim hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir, khususnya di wilayah yang relatif sulit dijangkau dan belum banyak tersentuh bantuan,” kata Marwan saat penyaluran bantuan di Desa Pante Baro Glee Siblah, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Senin (22/12).

Ia menyebutkan, bantuan yang disalurkan disesuaikan dengan kebutuhan mendesak warga pascabanjir, baik itu sembako maupun kebutuhan mendesak di pengungsian.

Menurutnya, banjir besar yang melanda Kabupaten Bireuen pada akhir November 2025 telah merendam puluhan gampong, merusak rumah warga, lahan pertanian, fasilitas umum, serta mengganggu akses air bersih dan layanan kesehatan.

“Berdasarkan hasil survei cepat dan koordinasi dengan aparatur gampong, kami menemukan bahwa banyak warga masih mengalami keterbatasan pangan, air bersih, dan kondisi kesehatan yang mulai menurun. Anak-anak, lansia, dan ibu hamil menjadi kelompok paling rentan,” jelas Rektor Umuslim Peusangan.

Selain Desa Pante Baro, tim Universitas Almuslim juga menjadwalkan penyaluran bantuan ke Gampong Ulee Ceu dan Gampong Alue Bayeu Utang, Kecamatan Jangka, pada hari berikutnya.

Dr Marwan menambahkan, distribusi bantuan dilakukan secara terkoordinasi dengan aparatur gampong dan relawan setempat agar bantuan tepat sasaran serta menjaga ketertiban sosial di tengah kondisi darurat.

Tidak hanya menyalurkan logistik, tim pengabdian Universitas Almuslim juga memberikan edukasi singkat tentang kebersihan lingkungan dan kesehatan pascabanjir, guna mencegah munculnya penyakit di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi juga bentuk penguatan solidaritas dan ketahanan sosial masyarakat. Kampus harus hadir dan menyatu dengan masyarakat, terutama saat mereka menghadapi situasi sulit,” ujarnya.

Universitas Almuslim berharap, keterlibatan perguruan tinggi dalam penanganan bencana dapat terus diperkuat ke depan, sehingga penanganan bencana di Aceh tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga berkelanjutan dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. (akh)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x