Rektor UIA, Dr Nazaruddin MA.Rakyat Aceh | Bireuen – Universitas Islam Aceh (UIA) Kecamatan Peusangan, menunjukkan kepedulian nyata terhadap warga yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen. Pihak kampus resmi mengeluarkan kebijakan khusus untuk meringankan beban ekonomi calon mahasiswa maupun mahasiswa aktif yang menjadi korban bencana.

Rektor UIA, Dr Nazaruddin MA, menyampaikan, keputusan ini diambil berdasarkan hasil rapat jajaran pimpinan kampus kemarin.
Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang dialami oleh keluarga korban. Bagi calon mahasiswa yang kehilangan tempat tinggal (rumah hilang/hanyut), pihak kampus memberikan fasilitas kuliah gratis sepenuhnya.
“Dari hasil rapat kemarin, kita sepakat membantu saudara kita korban banjir. Khusus bagi yang rumahnya hilang, kita gratiskan mulai dari biaya pendaftaran, biaya migrasi, biaya pembangunan, hingga biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP),” ujar Rektor Nazaruddin kepada awak media, Selasa (27/2).
Untuk mendapatkan keringanan atau beasiswa ini, katanya, calon mahasiswa diwajibkan melampirkan bukti fisik dan administratif yang sah, di antaranya, Surat Keterangan dari Keuchik Gampong setempat yang menyatakan kondisi rumah dan Dokumentasi/Foto kondisi rumah (baik rusak berat, sedang, maupun ringan).
Prioritas utama diberikan kepada warga di wilayah terdampak parah, seperti Kecamatan Juli, Peusangan, dan sekitarnya. “Data ini nantinya akan kami usulkan juga ke Pemerintah Pusat agar anak-anak yang terdampak banjir bisa mendapatkan beasiswa berkelanjutan dari kementerian,” sebut Rektor UIA.
Tidak hanya bagi mahasiswa baru, mahasiswa aktif yang sedang menempuh pendidikan di UIA, juga mendapatkan perhatian. Bantuan yang diberikan bervariasi, mulai dari pembebasan SPP selama satu hingga dua semester, maupun potongan biaya kuliah secara umum.
“Untuk mahasiswa yang terdampak banjir secara keseluruhan, kita berikan bantuan potongan biaya sebesar 25 persen. Sedangkan yang rumahnya rusak berat, ada yang kita bantu bebas SPP satu hingga dua semester,” jelas Rektor.
Mengingat UIA merupakan perguruan tinggi swasta, Dr Nazaruddin mengakui bahwa pihak kampus belum mampu menanggung beban 100 persen untuk seluruh korban. Sebagai gambaran, biaya masuk awal mahasiswa baru mencapai Rp 5 juta, termasuk biaya pembangunan sekitar Rp 2 juta.
“Kami fokuskan agar mereka tetap bisa kuliah. Saat ini kami sedang meminta kuota beasiswa tambahan ke Kementerian. Sambil menunggu jawaban pusat, pihak kampus berinisiatif memberikan bantuan semampu kami guna memastikan pendidikan anak-anak korban banjir tidak terputus,” pungkasnya. (akh)
Tidak ada komentar